23/11/18 08.41 - Nicky paud keluar
05/12/18 20.02 - +62 821-7224-2966: π *Dalam Rangka Hari Ibu* π
PD. Salimah Kota Padang
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*SEMINAR PARENTING*
*"Menumbuh kembangkan Karakter Pada Anak"*
ππππππππ
_*InsyaaAllah*_ akan dilaksakan pada:
π Ahad, 23 Desember 2018
⏰ 07.30 s.d. 12.00 WIB
π© Palanta Walikota Padang
Dengan pemateri keren en ketche π
▶ *Ibu Fitria Laurent*
_Founder Sahabat Edukasi_
_Akreditasi Trainer Living Values Internasioanal untuk Indonesia_
π *Tiket*
*Single : 50.000*
*Couple : 75.000*(suami istri)
So, tunggu apalagii???
Daftarkan dirimu sekarang juga...!!!
Dengan cara:
Ketik *#Nama Lengkap#Alamat#Kampus/Instansi/Umum#No.HP/WA#*
*Rekening Transfer Bank Muamalat 6210061674* an. Iis Nur Imamah
Kirim ke:
π08115661601(Iis)
π 082172242966(Meri)
⚠ *Buruan daftar.. Peserta terbatas*...!!!⚠
Nb: Jika sudah memenuhi Quota sebelum hari H, pendaftaran terpaksa ditutup π
So, jadilah orang pertama untuk gabung bersama Ibu Ibu Pejuang Generasi Emas☺
Selain itu bagi yang sudah mendaftar, nanti bakalan dapet fasilitas
*♡ Photo bareng pemateri nan menginspirasi*
*♡ Snack*
*♡ DOOR PRIZE*
*♡ Sertifikat*
πππDitunggu yaaπππ
05/12/18 20.03 - +62 821-7224-2966: <Media tidak disertakan>
25/12/18 19.07 - +62 812-7541-5821: <Media tidak disertakan>
02/01/19 21.08 - Ummi Ainun: <Media tidak disertakan>
02/01/19 21.09 - Ummi Ainun: Assalamua'laikum bapak dan ibu semua,ana mohon izin untuk men sharekan info ☝....terima kasih byk sebelumnya....wassalam
03/01/19 08.32 - Hany: Wa'alaykumussalam wwb ummiππ✊✊✊
03/01/19 13.04 - Ummi Ainun: Syukran zah...π€π
03/01/19 13.37 - Hany: Afwan ummiπ
04/01/19 17.55 - +62 821-7224-2966: KENAPA ANAKKU HARUS DEKAT DENGAN BUKU*
Beberapa waktu lalu saya mengikuti sebuah pelatihan tentang pentingnya membacakan buku pada anak. Saat instruktur berbicara, saya seperti tertampar-tampar. Rindu pada anak selama pelatihan beberapa hari pun menguat.
Saya bahkan menitiskan air mata setelah pelatihan usai. Terasa ada dosa di pundak yang berlipat-lipat. Saat kau pegiat literasi dan anakmu jauh dari buku, air matamu semestinya tumpah ruah sebagai rasa penyesalan yang harus diakhiri. Ya, taubat nasuhah, mulailah lembaran baru mendekatkan anak dengan buku.
Begini, masa kecil anak adalah masa yang tak pernah tergantikan dengan apapun. Masa itulah kedekatan antara orangtua dan anak harus dibangun.
Kapan kita dekat dengan anak dengan sangat dekat? Ada dua waktu, pertama setelah selesai beribadah bersamanya, dan kedua saat akan tidur.
Dengan apa kita kita dekat dengan anak saat akan tidur? Buku, ya bukulah yang paling akan terkenang di memori anak. Peluklah anak pada saat akan tidur dan bacakan buku-buku dengan pesan-pesan terbaik.
Biarkan dia mengenang kita sebagai orang yang menceritakan banyak kisah. Lalu anak akan tersenyum, tertawa dan teringat wajah kita di kala tidur.
Kedekatan itu akan berlalu seiring usia.
Akan tiba saatnya kita merindukan masa kecil anak, masa di mana kita dekat dengannya. Dekaplah anak-anak sebelum mereka pergi dari waktu-waktu yang kita miliki.
Setelah dia sekolah, dia akan punya dunianya sendiri, dan lama kelamaan anak-anak akan bergelut dengan dunianya sendiri.
Jujur saya tak selalu setia menemani anak sebelum tidur dengan buku-buku. Tetapi saya dan suami berkomitmen agar pekerjaan bercerita ini dipergilirkan.
Bila masa saya tak sempat, suami yang melakukannya. Dan bila masa suami tak sempat sayalah yang melakukannya.
Maka Hannisa pun punya koleksi cerita-cerita versi ummi dan abahnya. Umminya suka cerita Kuku dan Kiki (petualangan sahabat ikan yang dikarang-karang ummi), kisah burung pipit Nabi Ibrahim, Kisah Laba-Laba dan Rasulullah, de-el-el.
Versi abahnya lain lagi, kisah ikan paus dan ikan lele, kisah ikan hiu, dan banyak lagi. Hannisa penggemar fable, maka dia paling setia mendengar cerita-cerita fabel yang dikarang sendiri oleh ummi dan abahnya.
Bisa dibilang anak akan ketagihan dengan cerita kalau kita rutin menceritakannya. Bahkan disaat ummi sedang ngantuk, di saat ummi sedang sibuk kerja, di saat ummi sudah capek mulutnya cerita, Hannisa akan terus minta. Dan, bisa jadi merajuk saat ummi atau abah mengabaikannya.
Kita hanya berusaha menjadikan anak-anak kita lebih melek literasi dibanding kita. Setidaknya, buku telah membuat anak kita lupa dengan gawai, lupa dengan permintaannya terhadap mainan, lupa dengan amarah dan rajuknya yang belum selesai.
Maafkan ummi dan abah ya Nak saat mengabaikan permintaan untuk membaca.
Percayalah, ummi dan abah akan mengawalmu agar lebih melek literasi di masa akan datang.
*Ditulis oleh: Nafi'ah alma'rab (Novelis Riau)
10/01/19 18.01 - +62 821-7224-2966: <Media tidak disertakan>
10/01/19 18.01 - +62 821-7224-2966: Yuukk ‼
Ayah Bunda beri anak tambahan Ilmu dengan membaca π
.
.
seperti dalam surat Al-Alaq ayat 1 (Bacalah) Ψ§ΩْΨ±َΨ£ْ
.
Makna iqra' ditafsirkan dengan bermacam ragam makna oleh para mufassirin (ulama tafsir). Di antaranya, perintah iqra (bacalah) menghendaki perpindahan dari pasif menjadi aktif dan diam kepada bergerak. yaitu;
✔"Bacalah yang tertulis, sehingga pengetahuan dan keahlian bertambah.
✔Bacalah yang didiktekan, diajarkan oleh utusan Tuhan. Sampai kamu sendiri mengerti dan yang mendengar memahami.
✔Bacalah yang termaktub dalam rahasia alam yang beraneka warna, agar kamu jadi sadar dan mendapat sinar iman."
.
.
Semoga bermanfaat π
#sygmadayainsani #muhammadteladanku #24nabidanrosul #akhlakrasulullah #anakmuslim #rasulullahteladanutama #balitaberakhlakmulia #islamiparentingindonesia #muslimindonesia #parentingislami #parentingguide #parentingquote #parentingmoments #parentinghelp #parentingindonesia #parentingistough #parentingstyle #parentingdaily #parentingteam #karakteranakislam
20/01/19 08.33 - +62 821-7224-2966: Tuntunlah anak meneladani sosok Rasulullah saw.
================
Tentu setiap orangtua ingin anak-anaknya memiliki akhlak yang terpuji sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw. Kita dapat mengenalkan mereka pada sosok Rasulullah saw. sejak dini. Dengan mengaitkan anak pada pribadi Rasulullah saw, menjadikannya sebagai teladan, dan menanamkan kecintaan kepadanya, maka akan membuatnya menjadi orang yang lurus dan terbuka hatinya untuk memahami perjalanan beliau.
Sabda Rasulullah saw: "Didiklah anak kalian dalam tiga hal: mencintai nabi kalian, mencintai keluarganya, dan membaca Al-Quran. (HR. Ath Thabrani dari Ali bin Abi Thalib)
Berikut adalah beberapa langkah untuk menanamkan kecintaan anak kepada Rasulullah saw.:
☘ Menjelaskan keutamaan Rasulullah saw, bagi umat islam dengan cara yang sesuai nalar anak
☘Mengajarinya shalawat atas Nabi saw saat mendengar namanya di sebut
☘Menceritakan shirah Rasulullah saw dengan cara yang menarik dan berkesan
☘Membiasakan perilaku yang biasa dipraktikkan oleh Rasulullah saw.
☘Membimbingnya untuk menghafal doa sehari-hari yang biasa diucapkan oleh Rasulullah saw dan hadits-hadits beliau.
Kita sebagai orangtua pun perlu mengenal sosok pribadi Rasulullah saw. Bukan berarti ketika kita belum mengenal pribadi beliau dengan baik lantas malah tidak mengenalkannya kepada anak-anak. Keterbatasan ilmu kita sepantasnya menjadi motivasi kita untuk terus belajar. Dengan menggunakan media atau buku-buku siroh, kita bisa mengenal pribadi Rasulullah saw. sekaligus mengenalkannya kepada anak-anak.
Mari kita hadirkan Rasulullah saw. dalam keluarga kita. Keteladanan dari beliau tidak aka nada bandingannya. Karena Allah telah menyampaikan bahwa pada diri beliau terdapat suri teladan yang baik.
Lestari Ummu Al Fatih
22 November 2018
Ref: Dimas, MR (2008), Kiat Memengaruhi Jiwa dan Akal Anak
23/01/19 06.54 - +62 821-7224-2966: <Media tidak disertakan>
23/01/19 23.06 - +62 853-7616-8368 keluar
25/01/19 13.23 - +62 821-7224-2966: 5 RAHASIA AGAR ANAK MAU MENDENGAR NASEHAT ORANGTUANYA*
Oleh: Nur aynun S. Psi
Saat anak sudah beranjak besar, sedih ya bila nasehat kita tidak lagi didengar oleh anak. Anak lebih mau mendengar apa kata temannya, gurunya atau orang lain. Kita jadi seperti kehilangan power di depan anak, padahal kita yang telah melahirkan, merawat dan membesarkannya.
Inginkah Ayah dan Bunda memiliki anak, yang selalu mau mendengar nasehat orangtuanya?
Meski dia jauh, meski dia telah besar, meski dia telah bertemu dengan banyak orang, yang mungkin jauh lebih hebat dari ayah bunda, meski dia banyak mendapat pengaruh dari teman-temannya. Tapi ketika dia melakukan kesalahan, lalu ayah bunda menyampaikan nasehat, dia akan menurut, patuh dan selalu mendengar dan menghargai nasehat ayah bundanya.
Tahukah Ayah bunda rahasianya??
Rahasianya adalah KELEKATAN alias BONDING antara orangtua dan anak.
Bagaimana caranya agar anak dekat dengan orangtua dan dengan begitu akan terbangun Bonding antara orangtua dengan anak?
Ada 5 rahasia yang akan saya bocorkan untuk ayah bunda semua. Bila ayah bunda mampu melaksanakan 5 rahasia ini, insya Allah kemanapun anak pergi, dengan siapapun anak bergaul, anak akan mudah terbuka dan mau mendengar nasehat orangtuanya. Aamiin..
1. Menanamkan benih ketaatan kepada Allah swt.
Orangtua yang tahu fungsinya menjadi pendidik akan sadar, bahwa yang pertama kali menunjukkan bahwa Allah itu maha pencipta, maha kuasa, maha pengasih dan penyayang adalah orangtuanya. Mampu memberi penjelasan bahwa apapun yang anak terima dari orangtuanya adalah berasal dari Allah. Termasuk rasa kasih dan sayang dari orangtua kepada anaknya, adalah rizki yang Allah tanamkan pada hati orangtua untuk anak-anaknya. Bukan datang begitu saja. Agar kelak ketika anak sudah mendapatkan kewajiban melaksanakan perintah Allah, telah tertanam benih keimanan di dalam hatinya. Dengan begitu anak akan taat dan ikhlas melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Bukan karena taat atas rasa takut pada ancaman orangtua.
2. Fokus pada sisi kebaikan anak.
Mampu melihat satu saja kebaikan anak, akan mampu menghilangkan beberapa kekurangannya. Hargai setiap usaha yang telah anak lakukan. Jangan mudah mencela dan merendahkan anak. Misal ada anak yang tidak mampu berhitung atau membaca, kita rendahkan anak dengan mengatakan dia bodoh. Padahal kalau saja kita fokus untuk mencari kelebihannya, pasti akan kita temui begitu banyak kelebihannya. Ukurlah anak dengan dirinya sendiri bukan dengan oranglain. Apalagi sampai membandingkannya dengan orang dewasa. Sampaikan rasa terimakasih pada setiap usahanya, misal "Terimakasih ya nak, kamu udah berusaha nyuci piring, Allah sayang sama anak yang menjaga kebersihan dan rajin seperti kamu" Walau mungkin cucian piringnya belum bersih, masih bau sabun dan lemak-lemak sisa makanan masih ada tersisa.
3. Ungkapkan emosi dengan cara yang benar.
Banyak orangtua karena begitu sayangnya pada anak, alih-alih ingin menunjukkan sayang yang ada malah membuat anak benci pada orangtuanya. Misal anak nyebrang jalan tanpa lihat kiri kanan, saking khawatirnya melihat anak tertabrak kita datang lalu membentak dan memarahi agar tidak nyebrang sembarangan. Mestinya ungkapkan dengan benar, sampaikan rasa kekhawatiran kita pada anak "Nak, kalau kamu nyebrang tidak hati-hati Bunda khawatir kamu tertabrak, bunda tidak siap kalau melihat kamu berdarah dan terluka" sambil memeluknya. Dengan begini anak akan tahu apa yang ada di hati kita. Hanya dengan memarahi yang ditangkap anak adalah, ayah bunda jahat dan tidak sayang padanya. Selalu berusahalah untuk mengungkapkan apa yang ada disebalik rasa khawatir kita pada anak, atas setiap perilakunya.
4. Sering-seringlah menyentuhnya.
Rasa sayang akan lebih terasa efeknya bila kita menyentuh kulitnya. Itulah sebabnya mengapa ada anak yang jauh terpisah dari orangtuanya, meski ayah dan ibu sangat sayang padanya tapi ketika bertemu ada rasa jarak yang terbentang. Maka sering-seringlah mencium dan memeluk anak. Bila anak telah remaja dan tidak lagi mau dipeluk dan dicium, usap punggungnya, belai dan sisir rambutnya, genggam tangannya, bukan sekedar salaman tapi genggaman yang mengalirkan rasa. Lakukan rutin setiap hari. Apakah menjelang dia tidur atau sebelum berangkat ke sekolah.
5. Menyediakan waktu fokus membersamai anak.
Singkirkan gadget, singkirkan pekerjaan rumah, fokuslah membersamai anak. Ini dilakukan tidak harus lama, cukup 15 menit asalkan berkwalitas itu sudah sangat berharga. Bila anak masih kecil, membacakan mereka buku-buku kisah teladan adalah cara yang paling efektik untuk menasehati anak tanpa menggurui. Dengan rutin membacakan buku, anak bukan hanya medapat nutrisi ilmu dan kosa kata tapi anak juga merasakan kedekatan dengan orangtuanya. Dia merasakan orangtua hadir untuk dirinya. Dengan begitu bonding akan terbangun antara anak dan orangtuanya.
Demikian ayah bunda, 5 rahasia yang bila kita istiqomah melakukannya, semoga Allah berkenan menjadikan kita orangtua yang dekat dan membanggakan bagi anak-anaknya.
Dengan rasa kedekatan dan kebanggaan itu, semoga anak selalu mau mendengar nasehat kita orangtuanya.
Hingga Akhirnya Allah berkenan mewujudkan visi keluarga kita, berkumpul dan memiliki rumah impian di syurgaNya.
Aamiin ya Robbalaalamin
Bogor, 20 januari 2019
*Materi ini disampaikan dalam Kulwap grup Siroh Lovers Community.
26/01/19 21.41 - +62 821-7224-2966: <Media tidak disertakan>
05/12/18 20.02 - +62 821-7224-2966: π *Dalam Rangka Hari Ibu* π
PD. Salimah Kota Padang
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*SEMINAR PARENTING*
*"Menumbuh kembangkan Karakter Pada Anak"*
ππππππππ
_*InsyaaAllah*_ akan dilaksakan pada:
π Ahad, 23 Desember 2018
⏰ 07.30 s.d. 12.00 WIB
π© Palanta Walikota Padang
Dengan pemateri keren en ketche π
▶ *Ibu Fitria Laurent*
_Founder Sahabat Edukasi_
_Akreditasi Trainer Living Values Internasioanal untuk Indonesia_
π *Tiket*
*Single : 50.000*
*Couple : 75.000*(suami istri)
So, tunggu apalagii???
Daftarkan dirimu sekarang juga...!!!
Dengan cara:
Ketik *#Nama Lengkap#Alamat#Kampus/Instansi/Umum#No.HP/WA#*
*Rekening Transfer Bank Muamalat 6210061674* an. Iis Nur Imamah
Kirim ke:
π08115661601(Iis)
π 082172242966(Meri)
⚠ *Buruan daftar.. Peserta terbatas*...!!!⚠
Nb: Jika sudah memenuhi Quota sebelum hari H, pendaftaran terpaksa ditutup π
So, jadilah orang pertama untuk gabung bersama Ibu Ibu Pejuang Generasi Emas☺
Selain itu bagi yang sudah mendaftar, nanti bakalan dapet fasilitas
*♡ Photo bareng pemateri nan menginspirasi*
*♡ Snack*
*♡ DOOR PRIZE*
*♡ Sertifikat*
πππDitunggu yaaπππ
05/12/18 20.03 - +62 821-7224-2966: <Media tidak disertakan>
25/12/18 19.07 - +62 812-7541-5821: <Media tidak disertakan>
02/01/19 21.08 - Ummi Ainun: <Media tidak disertakan>
02/01/19 21.09 - Ummi Ainun: Assalamua'laikum bapak dan ibu semua,ana mohon izin untuk men sharekan info ☝....terima kasih byk sebelumnya....wassalam
03/01/19 08.32 - Hany: Wa'alaykumussalam wwb ummiππ✊✊✊
03/01/19 13.04 - Ummi Ainun: Syukran zah...π€π
03/01/19 13.37 - Hany: Afwan ummiπ
04/01/19 17.55 - +62 821-7224-2966: KENAPA ANAKKU HARUS DEKAT DENGAN BUKU*
Beberapa waktu lalu saya mengikuti sebuah pelatihan tentang pentingnya membacakan buku pada anak. Saat instruktur berbicara, saya seperti tertampar-tampar. Rindu pada anak selama pelatihan beberapa hari pun menguat.
Saya bahkan menitiskan air mata setelah pelatihan usai. Terasa ada dosa di pundak yang berlipat-lipat. Saat kau pegiat literasi dan anakmu jauh dari buku, air matamu semestinya tumpah ruah sebagai rasa penyesalan yang harus diakhiri. Ya, taubat nasuhah, mulailah lembaran baru mendekatkan anak dengan buku.
Begini, masa kecil anak adalah masa yang tak pernah tergantikan dengan apapun. Masa itulah kedekatan antara orangtua dan anak harus dibangun.
Kapan kita dekat dengan anak dengan sangat dekat? Ada dua waktu, pertama setelah selesai beribadah bersamanya, dan kedua saat akan tidur.
Dengan apa kita kita dekat dengan anak saat akan tidur? Buku, ya bukulah yang paling akan terkenang di memori anak. Peluklah anak pada saat akan tidur dan bacakan buku-buku dengan pesan-pesan terbaik.
Biarkan dia mengenang kita sebagai orang yang menceritakan banyak kisah. Lalu anak akan tersenyum, tertawa dan teringat wajah kita di kala tidur.
Kedekatan itu akan berlalu seiring usia.
Akan tiba saatnya kita merindukan masa kecil anak, masa di mana kita dekat dengannya. Dekaplah anak-anak sebelum mereka pergi dari waktu-waktu yang kita miliki.
Setelah dia sekolah, dia akan punya dunianya sendiri, dan lama kelamaan anak-anak akan bergelut dengan dunianya sendiri.
Jujur saya tak selalu setia menemani anak sebelum tidur dengan buku-buku. Tetapi saya dan suami berkomitmen agar pekerjaan bercerita ini dipergilirkan.
Bila masa saya tak sempat, suami yang melakukannya. Dan bila masa suami tak sempat sayalah yang melakukannya.
Maka Hannisa pun punya koleksi cerita-cerita versi ummi dan abahnya. Umminya suka cerita Kuku dan Kiki (petualangan sahabat ikan yang dikarang-karang ummi), kisah burung pipit Nabi Ibrahim, Kisah Laba-Laba dan Rasulullah, de-el-el.
Versi abahnya lain lagi, kisah ikan paus dan ikan lele, kisah ikan hiu, dan banyak lagi. Hannisa penggemar fable, maka dia paling setia mendengar cerita-cerita fabel yang dikarang sendiri oleh ummi dan abahnya.
Bisa dibilang anak akan ketagihan dengan cerita kalau kita rutin menceritakannya. Bahkan disaat ummi sedang ngantuk, di saat ummi sedang sibuk kerja, di saat ummi sudah capek mulutnya cerita, Hannisa akan terus minta. Dan, bisa jadi merajuk saat ummi atau abah mengabaikannya.
Kita hanya berusaha menjadikan anak-anak kita lebih melek literasi dibanding kita. Setidaknya, buku telah membuat anak kita lupa dengan gawai, lupa dengan permintaannya terhadap mainan, lupa dengan amarah dan rajuknya yang belum selesai.
Maafkan ummi dan abah ya Nak saat mengabaikan permintaan untuk membaca.
Percayalah, ummi dan abah akan mengawalmu agar lebih melek literasi di masa akan datang.
*Ditulis oleh: Nafi'ah alma'rab (Novelis Riau)
10/01/19 18.01 - +62 821-7224-2966: <Media tidak disertakan>
10/01/19 18.01 - +62 821-7224-2966: Yuukk ‼
Ayah Bunda beri anak tambahan Ilmu dengan membaca π
.
.
seperti dalam surat Al-Alaq ayat 1 (Bacalah) Ψ§ΩْΨ±َΨ£ْ
.
Makna iqra' ditafsirkan dengan bermacam ragam makna oleh para mufassirin (ulama tafsir). Di antaranya, perintah iqra (bacalah) menghendaki perpindahan dari pasif menjadi aktif dan diam kepada bergerak. yaitu;
✔"Bacalah yang tertulis, sehingga pengetahuan dan keahlian bertambah.
✔Bacalah yang didiktekan, diajarkan oleh utusan Tuhan. Sampai kamu sendiri mengerti dan yang mendengar memahami.
✔Bacalah yang termaktub dalam rahasia alam yang beraneka warna, agar kamu jadi sadar dan mendapat sinar iman."
.
.
Semoga bermanfaat π
#sygmadayainsani #muhammadteladanku #24nabidanrosul #akhlakrasulullah #anakmuslim #rasulullahteladanutama #balitaberakhlakmulia #islamiparentingindonesia #muslimindonesia #parentingislami #parentingguide #parentingquote #parentingmoments #parentinghelp #parentingindonesia #parentingistough #parentingstyle #parentingdaily #parentingteam #karakteranakislam
20/01/19 08.33 - +62 821-7224-2966: Tuntunlah anak meneladani sosok Rasulullah saw.
================
Tentu setiap orangtua ingin anak-anaknya memiliki akhlak yang terpuji sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw. Kita dapat mengenalkan mereka pada sosok Rasulullah saw. sejak dini. Dengan mengaitkan anak pada pribadi Rasulullah saw, menjadikannya sebagai teladan, dan menanamkan kecintaan kepadanya, maka akan membuatnya menjadi orang yang lurus dan terbuka hatinya untuk memahami perjalanan beliau.
Sabda Rasulullah saw: "Didiklah anak kalian dalam tiga hal: mencintai nabi kalian, mencintai keluarganya, dan membaca Al-Quran. (HR. Ath Thabrani dari Ali bin Abi Thalib)
Berikut adalah beberapa langkah untuk menanamkan kecintaan anak kepada Rasulullah saw.:
☘ Menjelaskan keutamaan Rasulullah saw, bagi umat islam dengan cara yang sesuai nalar anak
☘Mengajarinya shalawat atas Nabi saw saat mendengar namanya di sebut
☘Menceritakan shirah Rasulullah saw dengan cara yang menarik dan berkesan
☘Membiasakan perilaku yang biasa dipraktikkan oleh Rasulullah saw.
☘Membimbingnya untuk menghafal doa sehari-hari yang biasa diucapkan oleh Rasulullah saw dan hadits-hadits beliau.
Kita sebagai orangtua pun perlu mengenal sosok pribadi Rasulullah saw. Bukan berarti ketika kita belum mengenal pribadi beliau dengan baik lantas malah tidak mengenalkannya kepada anak-anak. Keterbatasan ilmu kita sepantasnya menjadi motivasi kita untuk terus belajar. Dengan menggunakan media atau buku-buku siroh, kita bisa mengenal pribadi Rasulullah saw. sekaligus mengenalkannya kepada anak-anak.
Mari kita hadirkan Rasulullah saw. dalam keluarga kita. Keteladanan dari beliau tidak aka nada bandingannya. Karena Allah telah menyampaikan bahwa pada diri beliau terdapat suri teladan yang baik.
Lestari Ummu Al Fatih
22 November 2018
Ref: Dimas, MR (2008), Kiat Memengaruhi Jiwa dan Akal Anak
23/01/19 06.54 - +62 821-7224-2966: <Media tidak disertakan>
23/01/19 23.06 - +62 853-7616-8368 keluar
25/01/19 13.23 - +62 821-7224-2966: 5 RAHASIA AGAR ANAK MAU MENDENGAR NASEHAT ORANGTUANYA*
Oleh: Nur aynun S. Psi
Saat anak sudah beranjak besar, sedih ya bila nasehat kita tidak lagi didengar oleh anak. Anak lebih mau mendengar apa kata temannya, gurunya atau orang lain. Kita jadi seperti kehilangan power di depan anak, padahal kita yang telah melahirkan, merawat dan membesarkannya.
Inginkah Ayah dan Bunda memiliki anak, yang selalu mau mendengar nasehat orangtuanya?
Meski dia jauh, meski dia telah besar, meski dia telah bertemu dengan banyak orang, yang mungkin jauh lebih hebat dari ayah bunda, meski dia banyak mendapat pengaruh dari teman-temannya. Tapi ketika dia melakukan kesalahan, lalu ayah bunda menyampaikan nasehat, dia akan menurut, patuh dan selalu mendengar dan menghargai nasehat ayah bundanya.
Tahukah Ayah bunda rahasianya??
Rahasianya adalah KELEKATAN alias BONDING antara orangtua dan anak.
Bagaimana caranya agar anak dekat dengan orangtua dan dengan begitu akan terbangun Bonding antara orangtua dengan anak?
Ada 5 rahasia yang akan saya bocorkan untuk ayah bunda semua. Bila ayah bunda mampu melaksanakan 5 rahasia ini, insya Allah kemanapun anak pergi, dengan siapapun anak bergaul, anak akan mudah terbuka dan mau mendengar nasehat orangtuanya. Aamiin..
1. Menanamkan benih ketaatan kepada Allah swt.
Orangtua yang tahu fungsinya menjadi pendidik akan sadar, bahwa yang pertama kali menunjukkan bahwa Allah itu maha pencipta, maha kuasa, maha pengasih dan penyayang adalah orangtuanya. Mampu memberi penjelasan bahwa apapun yang anak terima dari orangtuanya adalah berasal dari Allah. Termasuk rasa kasih dan sayang dari orangtua kepada anaknya, adalah rizki yang Allah tanamkan pada hati orangtua untuk anak-anaknya. Bukan datang begitu saja. Agar kelak ketika anak sudah mendapatkan kewajiban melaksanakan perintah Allah, telah tertanam benih keimanan di dalam hatinya. Dengan begitu anak akan taat dan ikhlas melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Bukan karena taat atas rasa takut pada ancaman orangtua.
2. Fokus pada sisi kebaikan anak.
Mampu melihat satu saja kebaikan anak, akan mampu menghilangkan beberapa kekurangannya. Hargai setiap usaha yang telah anak lakukan. Jangan mudah mencela dan merendahkan anak. Misal ada anak yang tidak mampu berhitung atau membaca, kita rendahkan anak dengan mengatakan dia bodoh. Padahal kalau saja kita fokus untuk mencari kelebihannya, pasti akan kita temui begitu banyak kelebihannya. Ukurlah anak dengan dirinya sendiri bukan dengan oranglain. Apalagi sampai membandingkannya dengan orang dewasa. Sampaikan rasa terimakasih pada setiap usahanya, misal "Terimakasih ya nak, kamu udah berusaha nyuci piring, Allah sayang sama anak yang menjaga kebersihan dan rajin seperti kamu" Walau mungkin cucian piringnya belum bersih, masih bau sabun dan lemak-lemak sisa makanan masih ada tersisa.
3. Ungkapkan emosi dengan cara yang benar.
Banyak orangtua karena begitu sayangnya pada anak, alih-alih ingin menunjukkan sayang yang ada malah membuat anak benci pada orangtuanya. Misal anak nyebrang jalan tanpa lihat kiri kanan, saking khawatirnya melihat anak tertabrak kita datang lalu membentak dan memarahi agar tidak nyebrang sembarangan. Mestinya ungkapkan dengan benar, sampaikan rasa kekhawatiran kita pada anak "Nak, kalau kamu nyebrang tidak hati-hati Bunda khawatir kamu tertabrak, bunda tidak siap kalau melihat kamu berdarah dan terluka" sambil memeluknya. Dengan begini anak akan tahu apa yang ada di hati kita. Hanya dengan memarahi yang ditangkap anak adalah, ayah bunda jahat dan tidak sayang padanya. Selalu berusahalah untuk mengungkapkan apa yang ada disebalik rasa khawatir kita pada anak, atas setiap perilakunya.
4. Sering-seringlah menyentuhnya.
Rasa sayang akan lebih terasa efeknya bila kita menyentuh kulitnya. Itulah sebabnya mengapa ada anak yang jauh terpisah dari orangtuanya, meski ayah dan ibu sangat sayang padanya tapi ketika bertemu ada rasa jarak yang terbentang. Maka sering-seringlah mencium dan memeluk anak. Bila anak telah remaja dan tidak lagi mau dipeluk dan dicium, usap punggungnya, belai dan sisir rambutnya, genggam tangannya, bukan sekedar salaman tapi genggaman yang mengalirkan rasa. Lakukan rutin setiap hari. Apakah menjelang dia tidur atau sebelum berangkat ke sekolah.
5. Menyediakan waktu fokus membersamai anak.
Singkirkan gadget, singkirkan pekerjaan rumah, fokuslah membersamai anak. Ini dilakukan tidak harus lama, cukup 15 menit asalkan berkwalitas itu sudah sangat berharga. Bila anak masih kecil, membacakan mereka buku-buku kisah teladan adalah cara yang paling efektik untuk menasehati anak tanpa menggurui. Dengan rutin membacakan buku, anak bukan hanya medapat nutrisi ilmu dan kosa kata tapi anak juga merasakan kedekatan dengan orangtuanya. Dia merasakan orangtua hadir untuk dirinya. Dengan begitu bonding akan terbangun antara anak dan orangtuanya.
Demikian ayah bunda, 5 rahasia yang bila kita istiqomah melakukannya, semoga Allah berkenan menjadikan kita orangtua yang dekat dan membanggakan bagi anak-anaknya.
Dengan rasa kedekatan dan kebanggaan itu, semoga anak selalu mau mendengar nasehat kita orangtuanya.
Hingga Akhirnya Allah berkenan mewujudkan visi keluarga kita, berkumpul dan memiliki rumah impian di syurgaNya.
Aamiin ya Robbalaalamin
Bogor, 20 januari 2019
*Materi ini disampaikan dalam Kulwap grup Siroh Lovers Community.
26/01/19 21.41 - +62 821-7224-2966: <Media tidak disertakan>
Riwayat chat terlampir sebagai file "Chat WhatsApp dengan Education training" di email ini.
Komentar
Posting Komentar