Langsung ke konten utama

Chat WhatsApp dengan Majelis MANIS ๐Ÿฏ #I 21







27/04/19 07.39 - Pesan yang dikirim ke grup ini kini diamankan dengan enkripsi end-to-end. Ketuk untuk info selengkapnya.
27/04/19 09.24 - +62 812-9419-3202: ๐Ÿ“† Sabtu, 21 Sya'ban 1440 H / 27 April 2019
๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH ISLAM

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP
๐Ÿ“‹ Wahai Para Pejuang Islam, Tahukah, Kalian Semua Dirindukan Nabi Muhammad ShalalLaahu 'alayhi wa Sallam
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน
Adnuhu min-ni!: dekatkan dia kepadaku!
Ketika posisi Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam terkepung rapat oleh Musyrikin Quraisy dan sebagian Kaum Muslimin kocar-kacir, ini akibat tidak ta'atnya sebagian besar pasukan pemanah di Uhud, dalam Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, baginda bertanya:
๐Ÿ“š ู…ู† ุฑุฌู„ ูŠุดุฑูŠ ู„ู†ุง ู†ูุณู‡
๐Ÿ“š "Siapa kesatria yang menjual (berkorban) jiwanya bagi (melindungi) kami?
๐Ÿ“š ูู‚ุงู… ุฒูŠุงุฏ ุจู† ุณูƒู† ููŠ ู†ูุฑ ุฎู…ุณุฉ ู…ู† ุงู„ุฃู†ุตุงุฑ
๐Ÿ“š Kemudian berdiri (menyambut seruan baginda Nabi) Ziyad bin Sakan* Radhiyallahu'anhu bersama 5 orang (prajurit) dari kalangan al-Anshar
➡️ Ziyad dan 5 pasukan diantara yang membalikkan keadaan, dari menjelang kekalahan menuju kemenangan dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala
๐Ÿ“š ูู‚ุงุชู„ูˆุง ุฏูˆู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…، ุฑุฌู„ุง ุซู… ุฑุฌู„ุง ูŠู‚ุชู„ูˆู† ุฏูˆู†ู‡
๐Ÿ“š (Ziyad dan kawanannya) terus berperang melindunginya (baginda Rasulullah), satu demi satu mereka terbunuh (sebagai syuhada) dalam rangka melindunginya (Nabi yang lebih mereka cintai lebih daripada dirinya sendiri)
➡️ Kita rencana mati di barisan mana dan sedang dalam perjuangan apa? Bi-idznilLaah
๐Ÿ“š ุญุชู‰ ูƒุงู† ุขุฎุฑู‡ู… ุฒูŠุงุฏ ูู‚ุงุชู„ ุญุชู‰ ุฃุซุจุชุชู‡ ุงู„ุฌุฑุงุญุฉ
๐Ÿ“š Sampai yang terakhir (syahid) diantara mereka adalah Ziyad yang terus bertempur sampai berlumuran (pada tubuhnya) luka (perang).
๐Ÿ“š ุซู… ูุงุกุช ูุฆุฉ ู…ู† ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู†، ูุฌุญุถูˆู‡ู… ุนู†ู‡
๐Ÿ“š Kemudian (dengan pengorbanan para syuhada pimpinan Ziyad tadi) terkonsolidasi kembali sebagian Kaum Muslimin (barisan yang kembali ke medan perang), mereka (yang baru kembali ke barisan) menggotong (tubuh Ziyad dan para syuhada) darinya (ke tempat aman**)
๐Ÿ“š ูู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ุฃุฏู†ูˆู‡ ู…ู†ูŠ، ูุฃุฏู†ูˆู‡ ู…ู†ู‡، ููˆุณุฏู‡ ู‚ุฏุงู…ู‡ ูู…ุงุช، ูˆุฎุฏู‡ ุนู„ู‰ ู‚ุฏู… ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…
๐Ÿ“š Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam bersabda: dekatkan dia (Ziyad) padaku, lalu mereka (yang menggotong jenazahnya) mendekatkan kepada Nabi. Ketika mereka merebahkannya di atas kaki Rasulullah (yang sedang terduduk karena luka-luka ya) barulah Ziyad wafat (syahid). Pipinya bersentuhan dengan kaki baginda Rasulullah.
➡️ Sungguh saya iri dengan kematian Ziyad Radhiyallahu'anhu ๐Ÿ˜”
Agung Waspodo, terharu dengan banyaknya para pejuang kebenaran diantara Bangsa Indonesia yang bahu membahu tanpa melihat golongan dan partai dalam menyelamatkan pesta demokrasi tahun 2019 ini dari kecurangan sistemi. Bisa jadi mereka ini adalah Ziyad bin Sakan era milenial, wallahu A'lam ๐Ÿ™
➡️ Kepada para ayah yang meninggalkan keluarganya, kepada para ibu yang bertugas sambil menggendong bayinya, kepada para remaja milenial yang mewarisi ruh perjuangan orang tuanya, kepada suami-isteri yang bahu membahu di seluruh barisan, kepada emak-emak yang tak kenal lelah, kepada para donatur yang ikhlas dengan infaqnya, dan kepada para pasukan yang tak mau diliput serta dilihat.
➡️ Kepada kalian semua, saya sampaikan kisah ini agar kalian terus bersemangat, lepas kalian kuucapkan barakallahu fiikum jami'an ๐Ÿ™
Depok, 15 Sya'ban 1440 Hijriyah
---
๐Ÿ“š Rawdhul Unuf syarah Sirah Nabawiyah li-Ibni Hisyam, III: 277.
* Ada yg mengatakan namanya Umarah bin Yazid bin Sakan Radhiyallahu'anhu,
** Untuk mencegah dimutilasi oleh pihak Quraisy, sebagaimana yg dilakukan Hindun binti Utbah kepada paman Nabi, Hamzah bin Abdil Muththalib Radhiyallahu'anhu,
➡️: penjelasan saya
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐ=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=๐Ÿ’ฐ
๐Ÿ’ณ a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
๐Ÿ“ฒ Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
27/04/19
11.43 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
27/04/19 11.43 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
28/04/19 15.02 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
28/04/19 15.02 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
28/04/19 15.03 - +62 812-9419-3202: ๐Ÿ“† Ahad, 23 Sya'ban 1440H / 28 April 2019
๐Ÿ“š Tazkiyatun Nafs

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi MA.
๐Ÿ“‹ Tak Semua Yang Tampak itu Pamrih
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ
Jika semua pelaku kebaikan selalu menyembunyikan kebaikan, maka bagaimana kebaikan dan keburukan akan bertarung?
Jika pelaku kebaikan selalu menyembunyikan kebaikannya, maka bagaimana kebaikan akan exist sebagaimana keburukan?
ุงู„ุตุฑุงุน ุจูŠู† ุงู„ุญู‚ ูˆุงู„ุจุงุทู„ ุตุฑุงุน ุฃุจุฏู‰
"Pertempuran antara kebaikan dengan kebutukan adalah pertempuran yang abadi"
Jika ada Muhammad pasti ada Abu Jahal ,jika hadir Ibrahim, maka Namrud tidak pernah absen, jika Musa datang, pasti ada Fir"aun yang datang menghadang
jika pelaku kebajikan selalu menyamarkan kebaikannya, maka bagaimana mereka yang terpenjara dalam kemalasan akan termotivasi?
sesekali menampakkan kebaikan tidaklah mengapa selama niatnya memberikan motivasi, mari kita saling mendoakan agar bisa ikhlas selamanya
Allah saja membolehkan kita menampakkan kebaikan, walau menyembunyikannya lebih baik.
Ia berfimran
"Jika engkau menampakkan sedekahmu maka itu baik, dan jika engkau menyembunyikannya dan memberikan para fuqoro itu lebih baik...
Yuk beningkan hati dengan berbaik sangka kepada mereka yang menampakkan kebaikannya, niat mereka hanya memberikan motivasi
Bukankah baginda tercinta berkata
"Siapa yang menunjukkan jalan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya",
Bahkan nabi saw menjanjikan unta merah, bagi siapa yang hidayah Allah kepada seseorang jatuh melalui tangannya.
Menghakimi niat seseorang membuat langkah kita terpenjara lalu sulit beramal
ู†ุญู† ู†ุญูƒู… ุงู„ุธูˆุงู‡ุฑ ูˆุงู„ู„ู‡ ูŠุชูˆู„ู‰ ุงู„ุณุฑุงุฆุฑ
Kami menghukumi apa yang tampak, sedangkan Allah menghukumi yang tersembunyi, begitulah doktrin keagamaan mengajarkan kita
Wilayah hati adalah wilayah Allah, biarlah Ia menjadi penilai, apakah kita harus membelah dadanya untuk mengetahui sejauh mana keikhlasan menghiasi hatinya?
Mari selamatkan amal kita dengan mengerjakan setiap kebajikan karenaNya dan menjauhi kenistaan juga karenaNya
ุงู„ุนู…ู„ ู„ุฃุฌู„ ุงู„ู†ุงุณ ุฑูŠุงุก ุชุฑูƒ ุงู„ุนู…ู„ ู„ุขุฌู„ ุงู„ู†ุงุณ ุดุฑ ูƒ ูˆุงู„ุฅุฎู„ุงุต ุงู† ูŠุนุงููŠูƒ ู…ู†ู‡ู…ุง
"Beramal karena manusia itu pamrih dan meninggalkan amal karena manusia itu syirik ,adapun ikhlas kau selamat dari keduanya" Fudhail bin Iyadh
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ
Sebarkan! Raih Pahala
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637

Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
28/04/19
15.03 - +62 812-9419-3202: Aqiqah Untuk Bayi yang Meninggal
Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal: Ahad, 28 April 2019
Ustadz : Slamet Setiawwn | http://bit.ly/SobatQuran
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Ustadz... Saya mau bertanya, terkait aqiqah. Jika anak baru dilahirkan meninggal, apakah tetap wajib untuk di aqiqah ?
A_13
Jawaban
=========
ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Mengenai hal ini, dalam Kitab Fatawa Isma'il Zain menerangkan dengan dua rincian.
1. Jika bayi itu tidak pernah lahir di dunia (meninggal dalam kandungan) maka tidak ada anjuran memberikan aqiqah dan nama. Namun, jika bayi itu sempat menghirup kehidupan setelah dilahirkan meskipun hanya beberapa saat maka disunnahkan bagi orang tuanya untuk memberikan nama dan aqiqah kepadanya.
ูู„ุง ุชุณู† ุชุณู…ูŠุฉ ู„ู„ุฌู†ูŠู† ูˆู„ุง ุนู‚ูŠู‚ุฉ ุนู†ู‡، ูˆุงู„ุชุณู…ูŠุฉ ุฅู†ู…ุง ุชุณู† ููŠ ุญู‚ ุงู„ู…ูˆู„ูˆุฏ ูˆูƒุฐู„ูƒ ุงู„ุนู‚ูŠู‚ุฉ ู„ุง ุชุณู† ุฅู„ุง ุนู† ุงู„ู…ูˆู„ูˆุฏ
"Tidak disunahkan memberi nama bagi janin, begitu juga aqiqah, karena memberi nama dan aqiqah hanya disunahkan bagi anak bayi yang telah terlahir kedunia."
ุฃู…ุง ู…ุง ุฏุงู… ููŠ ุจุทู† ุฃู…ู‡ ูˆู…ุงุช ููŠ ุจุทู†ู‡ุง ูˆุฏูู† ู…ุนู‡ุง، ูู„ุง ุชุณู† ู„ู‡ ุชุณู…ูŠุฉ ูˆู„ุง ุนู‚ูŠู‚ุฉ
"Sedang untuk janin yang meninggal dalam kandungan ibunya, lalu dikuburkan bersama ibunya maka tidak disunahkan memberikan nama dan aqiqah bagi janin tersebut."
Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin juga mengatakan, "Janin yang (meninggal dengan sebab) keguguran sebelum berusia empat bulan tidak perlu diaqiqahi, tidak diberi nama, sedangkan janin yang (meninggal dengan sebab) keguguran setelah empat bulan –berarti telah ditiupkan ruh– maka dia dimandikan, diberi nama, dan diberi aqiqah, menurut pendapat yang kami anggap lebih kuat. Hanya saja, sebagian ulama mengatakan, 'Tidak ada aqiqah untuk bayi, kecuali jika dia hidup sampai hari ketujuh setelah dilahirkan.' Namun, yang benar, janin ini diberi aqiqah karena dia akan dibangkitkan pada hari kiamat, sehingga bisa menjadi penolong bagi orang tuanya." (Liqa'at Bab Maftuh, no. 653)
Wallahu a'lam.
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
29/04/19
09.24 - +62 812-9419-3202: Bonus Dari Uang Riba
Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal: Senin, 29 April 2019
Ustadz : Dr. Oni Syahroni, MA
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Ustadz... Saya mau bertanya, Saya seorang agent property (mediator). Saya diminta klien memasarkan rumahnya. Lalu ada seorang calon pembeli yang berminat dan survei ke lokasi rumah tersebut. Lalu saya bantu pertemukan antara calon pembeli dengan pemilik rumah. Disepakati harga dan calon pembeli sampaikan ke pemilik bahwa akan mengajukan KPR ke bank konvensional yang menggunakan sistem ribawi. Bila kemudian pembeli membayar rumah tersebut dengan sumber dana sebagian dari bank konvensional dengan sistem ribawi lalu pemilik memberikan komisi kepada saya sebagai mediator, apakah saya terkena dosa riba juga dari transaksi ribawi antara pembeli dan pihak bank konvensional tersebut?
I_03
Jawaban
=========
ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Akan lebih baik jika sebagai agen hanya menawarkan jasa untuk pembiayaan melalui lembaga keuangan syariah. Entitas yang memberikan atau membantu pembiayaan kebutuhan ini sudah tersedia dan ada alternatifnya. Setiap orang tidak menemukan kesulitan untuk mendapatkan pembiayaan melalui lembaga keuangan syariah.
Walaupun pihak agen tidak sebagai pihak yang terlibat langsung dalam transaksi kredit (bukan sebagai kreditor atau sebagai debitur), tetapi transaksi utang piutang melalui lembaga keuangan tersebut menjadi bagian dari konstitusi agen atau mediator sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala,
ูˆَุชَุนَุงูˆَู†ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุงู„ْุจِุฑِّ ูˆَุงู„ุชَّู‚ْูˆَู‰ٰ ۖ ูˆَู„َุง ุชَุนَุงูˆَู†ُูˆุง ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฅِุซْู…ِ ูˆَุงู„ْุนُุฏْูˆَุงู†ِ ۚ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Maidah: 2).
Beberapa pesan Rasulullah bisa menjadi tuntunan dalam bab ini, di antaranya,
ุฏَุนْ ู…َุง ูŠَุฑِูŠุจُูƒَ ุฅِู„َู‰ ู…َุง ู„َุง ูŠَุฑِูŠุจُูƒَ ، ูَุฅِู†َّ ุงู„ุตِّุฏْู‚َ ุทُู…َุฃْู†ِูŠู†َุฉٌ ، ูˆَุฅِู†َّ ุงู„ْูƒَุฐِุจَ ุฑِูŠุจَุฉٌ
"Tinggalkanlah segala yang meragukanmu dan ambillah yang tidak meragukanmu. Kejujuran akan mendatangkan ketenangan. Kedustaan akan mendatangkan kegelisahan." (HR. Tirmidzi, no. 2518. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Dan Hadist Rosulullah Saw,
ุงุณْุชَูْุชِ ู‚َู„ْุจَูƒَ ูˆَุงุณْุชَูْุชِ ู†َูْุณَูƒَ ุซَู„َุงุซَ ู…َุฑَّุงุชٍ ุงู„ْุจِุฑُّ ู…َุง ุงุทْู…َุฃَู†َّุชْ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุงู„ู†َّูْุณُ ูˆَุงู„ْุฅِุซْู…ُ ู…َุง ุญَุงูƒَ ูِูŠ ุงู„ู†َّูْุณِ ูˆَุชَุฑَุฏَّุฏَ ูِูŠ ุงู„ุตَّุฏْุฑِ ูˆَุฅِู†ْ ุฃَูْุชَุงูƒَ ุงู„ู†َّุงุณُ ูˆَุฃَูْุชَูˆْูƒَ
" …mintalah fatwa pada hatimu (3x), karena kebaikan adalah yang membuat tenang jiwa dan hatimu. Dan dosa adalah yang membuat bimbang hatimu dan goncang dadamu. Walaupun engkau meminta fatwa pada orang-orang dan mereka memberimu fatwa" (HR. Ahmad no.17545, Al Albani dalam Shahih At Targhib [1734] mengatakan: "hasan li ghairihi").
Wallahu A'lam
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
29/04/19
09.26 - +62 812-9419-3202: ๐Ÿ“† Senin, 24 Sya'ban 1440H / 29 April 2019
๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Farid Nu'man Hasan, S.S.
๐Ÿ“‹ Al Fadhaail (Bag. 3)
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
ู…َู†ْ ู†َูَّุณَ ุนَู†ْ ู…ُุคْู…ِู†ٍ ูƒُุฑْุจَุฉً ู…ِู†ْ ูƒُุฑَุจِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ู†َูَّุณَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ูƒُุฑْุจَุฉً ู…ِู†ْ ูƒُุฑَุจِ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ
Barang siapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat.
(HR. Muslim no. 2699, dari Abu Hurairah)
Siapakah yang tidak pernah mengalami kesulitan hidup? Kita semua pernah mengalaminya.
Mungkin kesulitan ekonomi, hutang misalnya, atau biaya hidup yang begitu berat, .. atau masalah yang kita hadapi di rumah, di kantor, atau tetangga.
Apa yang kita rasakan ketika dirundung kesulitan, datanglah bantuan dari saudara kita? Tentu kita sangat bergembira dan senang.
Begitu pula saat kita yang membantu kesulitan saudara kita, mereka juga akan senang. Meluncurlah kata-kata doa dan harapan dari mereka untuk kita.
Saudara kita mengatakan:
"Waah .. Terima kasih ya .."
"Semoga Allah berikan balasan.."
"Saya tidak bisa ngasih apa-apa, tapi semoga Allah lipatkan gantinya ..." Dan kalimat lainnya ..
Kita pun ikut bergembira. Kegembiraan ini ternyata berlanjut, di akhirat nanti kesulitan yg kita hadapi akan Allah Ta'ala selesaikan, sebagai balasan kebaikannya di dunia meringankan orang lain.
Demikianlah keadilan Allah Ta'ala kepada hamba-hamba-Nya yanag berbuat baik ..
Wallahu a'lam
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐ=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=๐Ÿ’ฐ
๐Ÿ’ณ a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
๐Ÿ“ฒ Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
29/04/19
09.26 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
29/04/19 09.27 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
01/05/19 00.20 - +62 812-9419-3202: Thalaq Simbolik
Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal: Selasa, 30 Mei 2019
Ustadz : Slamet Setiawwn | http://bit.ly/SobatQuran
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Ustadz... Saya mau bertanya, terkait materi Thalaq dalam keadaan marah yang diposting hari ini. Jika suami mengatakan bahwa istrinya "Bejat dan aku tidak ridha" apakah sudah masuk talaq simbolik?
Mohon info, karena ada teman yang bertanya. Afwan.. perkataannya seperti ini tepatnya "Kamu seperti perempuan bejat dan aku tidak ridha."
A_07
Jawaban
=========
ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya Al-Fiqh Al Islami wa-Adillatuhu menjelaskan bahwa ucapan (lafazh) yang digunakan untuk menjatuhkan talak ada dua macam, yaitu ucapan yang sharih (jelas) dan ucapan yang kinayah. (sindiran/simbolik). Ucapan itu bisa jadi berupa ucapan berbahasa Arab ataupun selain bahasa Arab yang menurut bahasa (lughah) dan kebiasaan ('urf) digunakan untuk menjatuhkan talak, baik itu diucapkan langsung (bil lafzhi), atau dengan tulisan (bil kitabah), atau dengan isyarat (bil isyarah). (Wahbah Az Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, 9/356; Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah, 29/17).
Dua macam ucapan (lafazh) talak tersebut adalah;
1. Ucapan talak yang sharih (jelas), yaitu ucapan yang jelas maksudnya dan menurut kebiasaan digunakan untuk menjatuhkan talak, seperti kata "thalaaq" (bahasa Arab), "talak" atau "cerai" (bahasa Indonesia), atau "pegat" (bahasa Jawa), dan sebagainya. Misalnya suami mengucapkan kepada istrinya dalam bahasa Arab, "Thallaqtuki" (kamu saya talak), atau dalam bahwa Indonesia, "Kamu saya talak." Atau dalam bahasa Jawa, "Kowe tak pegat." (Kamu saya ceraikan). Hukum ucapan talak yang sharih seperti ini dihukumi telah jatuh menurut kesepakatan seluruh fuqaha, tanpa melihat lagi niat dari suami ketika mengucapkannya. Artinya, baik suami berniat menceraikan atau tidak, talak tetap jatuh. Maka pada saat suami mengatakan kepada istrinya, "Kamu saya talak,", talak dihukumi telah jatuh walaupun suami mengklaim bahwa dia sebenarnya tidak berniat menjatuhkan talak. (Wahbah Az Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, 9/358; Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah, 29/18, Musthofa bin Al 'Adawi, Ahkam Al Thalaq fi Al Syari'ah Al Islamiyyah, hlm. 34).
2. Ucapan talak kinayah (sindiran/simbolik), yaitu ucapan yang bisa berarti talak namun juga bisa berarti bukan talak dan masyarakat tidak biasa menggunakan ucapan itu untuk menjatuhkan talak. Misalkan ucapan suami kepada istrinya, "Pulanglah kamu ke keluargamu!", atau ucapan suami kepada istrinya, "Keluar kamu dari rumah ini!" atau, "Pergi kamu!" dan sebagainya. (Wahbah Az Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, 9/358; Musthofa bin Al 'Adawi, Ahkam Al Thalaq fi Al Syari'ah Al Islamiyyah, hlm. 35).
Hukum ucapan talak kinayah ini tidak jatuh, kecuali jika disertai niat untuk menceraikan. Alasannya, karena ucapan talak secara kinayah ini memang mengandung dua kemungkinan makna, yaitu bisa berarti menjatuhkan talak atau bisa juga tidak menjatuhkan talak.
Misalnya ucapan suami kepada isterinya, "Pulanglah kamu ke rumah orang tuamu," bisa jadi suami bermaksud menceraikan namun bisa jadi suami tak bermaksud menceraikan namun hanya menyuruh isterinya pulang ke rumah orang tuanya karena kesal. Maka dari itu, ucapan talak kinayah ini tidak berarti menjatuhkan talak, kecuali disertai niat dari suami untuk menceraikan. Ini juga disepakati seluruh fuqoha. (Wahbah Az Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, 9/359; Al Mausu'ah Al Fiqhiyyah, 29/18).
Jika seorang suami mengklaim di hadapan hakim (qadhi), bahwa dia sebenarnya tidak meniatkan cerai ketika mengucapkan talak secara kinayah, klaimnya diterima, yakni hakim memutuskan tidak jatuh talak, asalkan suami mengucapkan sumpah di hadapan hakim. Jika suami mengklaim tak berniat menceraikan tapi tak berani bersumpah, maka klaimnya tak diterima dan hakim memutuskan bahwa talaknya telah jatuh. (Wahbah Az Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, 9/359).
Kesimpulannya, ucapan suami kepada istrinya seperti yang ditanyakan di atas termasuk ucapan talak secara kinayah (sindiran) dan talaknya dihukumi jatuh jika suami memang berniat menceraikan. Jika tak berniat menceraikan, talaknya tidak jatuh.
Wallahu a'lam.
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
01/05/19
00.20 - +62 812-9419-3202: ๐Ÿ“† Selasa, 25 Sya'ban 1440H / 30 April 2019
๐Ÿ“š Muamalah

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Farid Nu'man Hasan, S.S.
๐Ÿ“‹ Menghadapi Para Pendengki
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน
Menyeru manusia kepada jalan Allah _Subhanahu wa Ta'ala,_ mengajak manusia ke jalan kebaikan, ibarat perdagangan. Seorang yang berdagang pasti memiliki pesaing. Ada pesaing yang sehat dan ada pula yang hasad (dengki). Si pendengki akan melakukan upaya apa saja untuk menggembosi pedagang lain yang lebih laku. Ia katakan kepada manusia: hati-hati dengan pedagang itu, barang dagangannya expired (kadaluarsa), tidak berkualitas, tidak orisinil, dan lain-lain, dengan tujuan menjauhkan manusia darinya, lalu pelanggan beralih kepadanya. Paling tidak, memburukkan citranya.
Begitu pula segala macam bentuk fitnah, _tuhmah_ (tuduhan), _tha'nah_ (tikaman), yang dialami aktifis Islam dan tokoh-tokohnya. Baik di ranah sosial politik, budaya, ekonomi, dan lainnya. Semua itu bisa datang dari kaum sekuler yang anti agama, bisa juga sesama pejuang Islam yang memiliki bendera dan seruan yang sama, tapi mereka bertemu pada muara yang sama; _dengki._
Kaum pendengki biasanya mampu berseni peran secara luar biasa. Mereka tesenyum dan menyapa dihadapan korbannya untuk menunjukkan cinta dan ridha. Sehingga korbannya pun tertipu dengan penampilan mereka. Tetapi di belakang, mereka menyerang dengan serangan mematikan, dengan berbagai sarana yang mereka miliki untuk mempengaruhi opini manusia sesuai kemauannya, agar manusia ikut-ikutan membenci korbannya.
Allah Ta'ala berfirman:
ู‡َุง ุฃَู†ْุชُู…ْ ุฃُูˆู„َุงุกِ ุชُุญِุจُّูˆู†َู‡ُู…ْ ูˆَู„َุง ูŠُุญِุจُّูˆู†َูƒُู…ْ ูˆَุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุงู„ْูƒِุชَุงุจِ ูƒُู„ِّู‡ِ ูˆَุฅِุฐَุง ู„َู‚ُูˆูƒُู…ْ ู‚َุงู„ُูˆุง ุขَู…َู†َّุง ูˆَุฅِุฐَุง ุฎَู„َูˆْุง ุนَุถُّูˆุง ุนَู„َูŠْูƒُู…ُ ุงู„ْุฃَู†َุงู…ِู„َ ู…ِู†َ ุงู„ْุบَูŠْุธِ
_"Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, Padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada Kitab-Kitab semuanya. apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu."_ (QS. Al Imran (3): 119)
Ya, jika mereka berdiskusi dengan kita, berkumpul dan berhadapan, mereka menyatakan selalu bersama kita, tetapi perilaku mereka sangat bertolak belakang. Maka cukuplah bagi mereka:
ู‚ُู„ْ ู…ُูˆุชُูˆุง ุจِุบَูŠْุธِูƒُู…ْ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَู„ِูŠู…ٌ ุจِุฐَุงุชِ ุงู„ุตُّุฏُูˆุฑِ
_"Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati."_ (QS. Ali Imran (3): 119)
Selanjutnya, akan kami kutip nasihat bagaimana menghadapi para pendengki dalam kehidupan kita, yaitu nasihat *Syaikh Dr. 'Aidh Abdullah Al Qarny _Hafizhahullah_* dari buku _Silakan Terpesona_, hal. 187. Cet.3, Penerbit Sahara Publishers. Jakarta, Juni 2005.
Beliau menulis:
_"Bagaimanapun Anda berbuat baik kepada orang yang hasud, misalnya membawakan makanan dan minuman kepadanya, memakaikan pakaiannya, membawakan air wudhunya, menyikatkan permadaninya, membersihkan rumahnya, dan lain-lain, Anda akan tetap dianggapnya sebagai musuh. Mengapa demikian? Sebab, hal-hal yang menjadi pemicu permusuhan dengannya itu masih melekat pada diri Anda, yaitu keutamaan, ilmu pengetahuan, tata krama, harta, atau jabatan Anda. Bagaimana pun Anda tidak akan dapat berdamai dengannya selama Anda belum menanggalkan karunia-karunia tersebut dari diri Anda. Orang yang iri hati akan selalu menunggu-nunggu saat Anda terpeleset, menanti-nanti kapan Anda terjatuh, dan berangan-angan suatu saat Anda tergelincir._
_Hari terbaik baginya adalah hari Anda jatuh sakit, malam terindah baginya adalah malam Anda jatuh miskin, dan saat-saat paling membahagiakan baginya adalah hari Anda tertimpa bencana, dan waktu yang paling disukainya adalah hari Dia melihat Anda gelisah, resah, sedih, dan rapuh._
_Momen yang paling menyiksanya adalah ketika ia melihat Anda menjadi kaya raya. Berita paling menyedihkannya adalah ketika Anda meraih keberuntungan dan menjadi orang terhormat. Dan bencana paling besar baginya adalah ketika Anda mendapat promosi._
_Tawa Anda adalah tangisnya, pesta Anda adalah upacara kematiannya, dan keberhasilan Anda adalah kegagalannya._
_Dia akan melupakan segala-galanya tentang diri Anda, kecuali kesalahan-kesalahan Anda. Dia tidak memandang apa pun kepada diri Anda, kecuali pada kekurangan-kekurangan Anda. Kesalahan Anda yang kecil, baginya lebih besar daripada gunung Uhud. Dosa Anda yang sepele, menurutnya lebih berat daripada gunung Tsahlan. Meskipun Anda lebih fasih daripada Sahban, baginya Anda lebih gagap daripada Baqil. Meskipun Anda lebih dermawan daripada Hatim, baginya Anda lebih kikir darpada Madir. Meskipun Anda lebih cerdas daripada Asy Syafi'i, dia memandang Anda lebih bodoh dari pada Habnaqah._
_Orang yang memuji Anda di hadapannya dianggapnya pendusta. Orang yang menyanjung Anda di dekatnya dianggapnya orang munafik. Orang yang memuji Anda di majelisnya dianggapnya orang rendah yang tak tahu etika. Sebaliknya, dia mempercayai orang yang mencela Anda, menyukai orang yang membenci Anda, mendekati orang yang memusuhi Anda, menolong orang yang tidak menyukai dan tidak akrab dengan Anda._
_Warna putih menurut pandangan mata Anda, terlihat hitam baginya. Siang dalam penglihatan Anda, malam dalam pandangannya._
_Maka dari itu, janganlah Anda menjadikannya sebagai hakim dalam perkara Anda dengan orang lain, karena dia telah memvonis Anda bersalah sebelum mendengar tuntutan dan melihat bukti-bukti. Janganlah Anda membocorkan rahasia kepadanya, karena dia sangat bersemangat menyebarkan dan menyiarkannya. Ia menyimpan kekeliruan Anda sampai hari ia membutuhkannya dan mencatat kesalahan Anda sampai hari ia memerlukannya. Cara menghadapinya hanyalah menghindari dan meninggalkannya, menghilang dari pandangannya, menjauhi rumahnya, dan menyingkir dari tempatnya. Sebab, dia sebenarnya adalah sang penindas yang berpenampilan orang yang tertindas. Tak usah Anda membalasnya, sudah cukup baginya kepahitan di kerongkongannya, duka nestapa yang dialaminya, kesedihan yang merundungnya, dan kecelakaan yang dirasakannya._
_Andalah yang membuatnya sakit dan menderita; andalah yang membuatnya tidak bisa tidur dan gundah gulana; andalah yang mendatangkan kegelisahan, kesedihan, kelelahan, dan keletihan padanya._
_"Aku berhasil, maka sujudlah orang yang dulu mencela diriku"_
_"Dia tidak kucela, itulah pemaafan dan penghinaanku baginya"_
_"Itu juga yang kualami di antara keluarga dan orang sebangsaku"_
_"Sebab, barang yang berharga memang aneh di mana saja berada"_
_"Orang yang iri pada kebaikanku, berdusta di belakangku"_
_"Berghibah sembunyi-sembunyi, memuji-muji di depan mata"_
*******

Demikian nasihat indah dari Syaikh Dr. 'Aidh Al Qarny hafizhahullah

Sungguh, kedengkian adalah penyakit mematikan bagi pengidapnya. Hatinya sempit, jiwanya bergoncang, pikiran pun buram, karena semua telah diliputi rasa khawatir terhadap kemuliaan dan kemajuan orang lain, lalu sedih terhadap kebahagian orang lain, dan marah terhadap pujian yang diterima mereka.
Ia menolak dan membantah ketika ada ulama atau tokoh masyarakat yang memberi kesaksian positif terhadap aktivis Islam. Ia cari-cari alasan agar kesaksian itu menjadi mentah dan tidak berharga. Sungguh betapa lelah dan payahnya orang seperti itu. Orang-orang yang hari-harinya diisi dengan tilawah Al Quran, menyeru manusia kepada kebaikan, menghidupkan masjid, mendidik anak-anak terlantar, berjuang untuk umatnya, oleh kaum pendengki disebut munafik, dicari kelemahannya, diintai kesalahannya, hanya untuk memuaskan syahwat dengkinya. Akhirnya, ia hidup hingga matinya diliputi kebencian, angkara murka, dan tanpa kasih sayang sesama muslim dan manusia, kecuali yang dirahmati oleh Allah 'Azza wa Jalla untuk berubah.
Di mana saja berada, orang-orang seperti ini menjadi kerikil dalam sepatu bagi saudaranya sesama muslim. Sedikit dan kecil tetapi mengganggu, atau seperti kutil, kecil tetapi merusak pemandangan. Kritik yang dilakukan mereka bukan didasari cinta dan ilmu, tetapi amarah, dendam, dan pelampiasan hawa nafsu. Semua akan dilakukan, semua menjadi sarana, semua yang menjadi musuh pada masa lalu menjadi kawan masa kini, .... karena satu tujuan, satu target dan sasaran, kehancuran pejuang muslim dan tokoh-tokohnya.
Dengki tidaklah memandang usia dan tempat, ia bisa diidap siapa saja dan hidup di mana saja. Orang yang menjadi korban juga tidak memandang usia dan posisi, siapa saja pernah menjadi sasaran kedengkian. Baik itu jamaah, ulama, da'i, politisi, tokoh negara, guru, pedagang, dan sebagainya. Maka carilah ridha Allah 'Azza wa Jalla dalam berda'wah, jangan hiraukan ucapan yang melemahkan, tuduhan yang menggoncangkan, dan fitnah yang membingungkan, karena ketika Anda menjadikan Allah 'Azza wa Jalla sebagai satu-satunya tujuan dan tempat bersandar, maka musuh-musuhmu akan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali celaka bagi dirinya sendiri.
_Wallahu A'lam wa Lillahil 'Izzah_
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐ=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=๐Ÿ’ฐ
๐Ÿ’ณ a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
๐Ÿ“ฒ Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
01/05/19
00.20 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
01/05/19 00.21 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
01/05/19 00.21 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
01/05/19 08.48 - +62 812-9419-3202: ๐Ÿ“† Rabu, 25 Sya'ban 1440 H / 01 Mei 2019
๐Ÿ“š *Motivasi*

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah Rochma Yulika
๐Ÿ“‹Mari Kita Jalin Kebersamaan
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน
Mari mengekspresikan indahnya kebersamaan agar hidup bertambah hidup.
Hiduplah hidup berada dalam satu jalan.
Hiduplah hidup berada dalam naungan.
Hiduplah hidup untuk bersapaan.
Hiduplah hidup berada dalam kebersamaan.
Keindahan dunia tak kan bisa kita nikmati kala kesendirian.
Bila sepi melanda teman perlu dihadirkan
Inilah saatnya kita ambil peran.
Saling menolong sudah menjadi kebiasaan
Hidup bermasyarakat kan jadi tuntutan
Ajaran kebaikan selalu jadi pedoman.
Rasulullah pernah ditanya tentang amal apa yang banyak memasukkan orang ke dalam surga, demikian Abu Hurairah meriwayatkan, lalu Nabi saw menjawab "Taqwa kepada Allah dan berakhlak yang baik"
(Hr. Tirmidzi dan Ibn Hibban).
Bencana terbesar bagimu adalah Allah telah memberimu kesempatan yang sama untuk berbuat baik, tapi engkau memilih perbuatan yang buruk dengan sadar.
Jika kamu berbuat baik atau buruk, maka sesungguhnya  perbuatan itu untuk dirimu sendiri. Kawan itu bak cermin dalam kehidupan kita. adanya saling mengingatkan tiadanya saling meninggalkan jejak kebaikan.
 Perbaikilah kamu dan perbaiki aku. saling. krn setiap kebaikan akan menyebar dan menghadirkan kebaikan yg lain. hal itu tdk akan mungkin terjadi tanpa kita berada dalam kebersamaan. maka jangan pernah berniat sedikit pun meninggalkan kebersamaan ini.
 Tapi tak mudah memang mencari sahabat yang sejati. Sahabat yang selalu menemani dalam suka dan duka. Mengerti apa yang harus terisi di hati. Merasa apa yang membuat ia tak kuasa. Memenuhi harapan dan mencukupi keinginan. Mencari sahabat sejati sering diawali dengan kesiapan diri untuk memberi, bukan menerima. Lantaran seseorang yang diberi lebih mudah menjadi sahabat sejati.
Ketika pun terjadi pada kita, kita membutuhkan orang lain. Kita membutuhkan ada orang yang mendengarkan keluh isi hati ini. Ketika seseorang mengeluarkan isi hatinya, menumpahkan segala asa, menjadi plong jiwanya. Beban itu terkurangi, mungkin malah terlepaskan. Soal memberi solusi itu bagian lain yang diharapkan. Bagilah beban pada orang yang dapat dipercaya, shohib, atau sahabat. Sahabat sejati selalu jadi cermin bagi yang lainnya.
Seindah sabda Nabi yang dikisahkan Imam Bukhari; "Seorang mukmin adalah cermin dari saudaranya. Seorang mukmin itu bersaudara dengan mukmin lainnya. Dia tidak akan membiarkannya disia-siakan dan dicampakkan, dan dia akan menjaganya dari belakang."
Namun ingin menjadi shalihah bersama itu tak mudah bahkan butuh perjuangan bahkan kadang harus ada yang berkorban.
Seberapa pun tangguhnya seorang Muslimah, ia tak mungkin bisa hidup sendiri. Ketangguhan atau kerapuhan seseorang itu memang pilihan hidup. Tapi, kebutuhan akan hadirnya orang lain dan bersama-sama di tengah kita adalah cara yang paling efektif untuk mewujudkan dan menjaga ketangguhan itu.
"Meski yang menghubungkanku dengan orang lain hanya seutas benang, maka akan kujaga jalinannya. Bila ia mengendurkan aku akan mengencangkan, dan bila ia mengencangkan aku akan mengendurkannya hingga tak putus ikatannya."
Kata itu sederhana tapi teramat dalam maknanya. Terucap dari seorang shahabat Nabi sekaligus negarawan yang tak perlu diragukan keislamannnya, Mu'awiyah ibnu Sufyan r.a. Inilah seni berteman. Menjaga, merawat, memelihara jauh lebih sulit daripada mengawali pertemanan dan persaudaraan. Mengawali sangat mudah karena kita masih tahu sisi-sisi baiknya saja, benturan belum ada, keasliannya belum tampak. Yang tampak baru sedikit, itu pun indah-indah saja.
Sesulit apa pun, jalin persaudaraan dengan siapa pun. Dengan harapan banyak kebaikan yang akan kita peroleh bila bisa berinteraksi dengannya. Apalagi kita tahu sekiranya berteman dengannya akan membuat ter-upgrade keimanan dan ketakwaan kita. Kenapa kita butuh untuk mencari teman? Tak perlu bekernyit dahi mengulas teori manusia makhluk sosial. Adalah sangat manusiawi jika kita memang butuh teman. Kita butuh teman bicara. Kita butuh teman untuk saling mengisi. Tak hanya itu, tentunya kita memilih teman yang baik agar bisa saling menasihati.
Seperti perumpamaan dalam sebuah hadits Rasulullah saw yang menjelaskan tentang pengaruh teman. Sabda Rasulullah, "Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap." (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).
Maka menjaga indahnya ukhuwah agar keshalihan terjaga.Hidup dalam kebersamaan pasti berbenturan dengan kepentingan masing-masing orang. Setiap kepala berbeda yang dipikirkannya. Jangankan beda kepala, satu kepala saja banyak yang dipikirkan, sekiranya mana yang akan didahulukan dari keinginan yang muncul.
Saya jadi teringat Imam Syafi'i pernah memberi nasihat, "Kalau ternyata nafsumu mendorong untuk membalas seseorang atas dirimu, maka renungkan kebaikan-kebaikan yang pernah ia lakukan untukmu, lalu gugurkan satu dari padanya sebagai balasan atas dosanya. Tapi jangan sekali-kali mengurangi kebaikan-kebaikan hanya karena dosa yang satu ini, karena itulah kezaliman yang sesungguhya. Jika kamu memiliki sahabat dekat maka peganglah erat-erat. Karena mencari sahabat amatlah susah, sedangkan memutuskan sahabat itu mudah."(Shifatushafwah:1/234).
Cari sahabat dalam kebaikan butuh proses. kenalan dulu…. terus ngobrol makin dekat terus dan semakin dekat. kadang sebulan baru bisa dekat. Tapiiii….
Coba saja mau cari musuh. lepas sepatu lempar orang lewat… nah dapat tuh musuh kan….. apalagi sepatunya hak tinggi lempar pas kepala. Sekejap udah jadi musuh. Maka…..
seperti tadi bagaimana muawiyah kasih nasihat. agar senantiasa terjaga keshalihan diantara kita. saling mengerti, menasihati, memberi ruang, memotivasi. Menjaga, merawat itu jauh lebih berat dibanding memulai.
Bila diukur dengan materi, persahabatan dan persaudaraan itu sangat mahal harganya. Tak terbeli oleh materi. Tak tertukar oleh dolar. Tak tergoyah oleh rupiah. Persaudaraan hakiki berasal dari hati. Dan keikhlasan dari semua yang terjadi porosnya adalah hati.
Hidup dalam kebersamaan. Tak mudah seperti apa yang dibayangkan kadang butuh pengorbanan dan saling menjaga perasaan. Yang terpenting dari kita bila bergaul dengan siapa saja lakukan dengan tulus dari lubuk hati yang terdalam. Kejujuran dan selalu bersikap apa adanya dengan orang lain menjadi bumbu indahnya persaudaraan. Beginilah ukhuwah. Bila ada kesalahan temanmu tuliskan di atas pasir biarlah angin menerpanya. Namun bila kau lihat kebaikan yang ada pada dirinya tuliskan di atas batu biar mampu dikenang sepanjang masa. Mengingat setiap kebaikan yang ia perbuat dan menghapus segala khilaf dan alpa dari saudara kita. Kita harus menyadari keberadaannya hingga tanpa ia sadari khilaf dan lupa terlahirkan begitu saja.
Mari kita cermati satu per satu apa saja yang harus kita lakukan untuk saudara kita.
1. Hendaklah ia mencintai saudaranya semata-mata karena Allah Swt, bukan karena tujuan duniawi. Jadikan tulus dan ikhlas sebagai landasan dalam berukhuwah.
2. Lebih mendahulukan untuk membantu saudaranya dengan apa yang mampu dari jiwa dan harta daripada dirinya sendiri. Inilah tuturan dan tuntunan dari ajaran yang mulia.
3. Menjaga kehormatan dan harga diri saudaranya.
4. Menjauhi prasangka buruk terhadapnya.
5. Menjauhi perdebatan dengan saudaranya.
6. Mengucapkan kalimat-kalimat yang baik kepada saudaranya.
7. Memaafkan kesalahan yang diperbuat oleh saudaranya.
8. Merasa gembira dengan kenikmatan yang Allah berikan kepadanya.
9. Saling membantu dengan saudaranya dalam perkara-perkara kebaikan.
10. Bermusyawarah dan bersikap lemah lembut terhadap saudaranya.
Semoga kita bisa menjaga kebersamaan ini saling menjaga hati agar kita semua kan selamat hingga akhir kehidupan kelak.
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐ=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=๐Ÿ’ฐ
๐Ÿ’ณ a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
๐Ÿ“ฒ Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
01/05/19
08.49 - +62 812-9419-3202: Hukum Berhutang Untuk Aqiqah
Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal: Rabu, 01 Mei 2019
Ustadz : Farid Nu'man Hasan
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Ustadz... Saya mau bertanya, saya berencana mau aqiqahkan anak saya, namun jika uang yang saya miliki untuk aqiqah tersebut ternyata kurang, bolehkah saya meminjam uang untuk menambah kekurangannya, dengan niat akan mengembalikan secepatnya.
A_11
Jawaban
=========
ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menceritakan dari Al-Haarits tentang dialog antara Imam Ahmad bin Hambal dan Shalih (anaknya), katanya:
ูˆู‚ุงู„ ู„ู‡ ุตุงู„ุญ ุงุจู†ู‡ ุงู„ุฑุฌู„ ูŠูˆู„ุฏ ู„ู‡ ูˆู„ูŠุณ ุนู†ุฏู‡ ู…ุง ูŠุนู‚ ุฃุญุจ ุฅู„ูŠูƒ ุฃู† ูŠุณุชู‚ุฑุถ ูˆูŠุนู‚ ุนู†ู‡ ุฃู… ูŠุคุฎุฑ ุฐู„ูƒ ุญุชู‰ ูŠูˆุณุฑ ู‚ุงู„ ุฃุดุฏ ู…ุง ุณู…ุนู†ุง ููŠ ุงู„ุนู‚ูŠู‚ุฉ ุญุฏูŠุซ ุงู„ุญุณู† ุนู† ุณู…ุฑุฉ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ูƒู„ ุบู„ุงู… ุฑู‡ูŠู†ุฉ ุจุนู‚ูŠู‚ุชู‡ ูˆุฅู†ูŠ ู„ุฃุฑุฌูˆ ุฅู† ุงุณุชู‚ุฑุถ ุฃู† ูŠุนุฌู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฎู„ู ู„ุฃู†ู‡ ุฃุญูŠุง ุณู†ุฉ ู…ู† ุณู†ู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงุชุจุน ู…ุง ุฌุงุก ุนู†ู‡ ุงู†ุชู‡ู‰
Shalih –anak laki-laki Imam Ahmad- berkata kepadanya bahwa dia kelahiran seorang anak tetapi tidak memiliki sesuatu buat aqiqah, mana yang engkau sukai berhutang untuk aqiqah ataukah menundanya sampai lapang keadaan finansialnya. Imam Ahmad menjawab: Sejauh yang aku dengar, hadits yang paling kuat anjurannya tentang aqiqah adalah hadits Al Hasan dari Samurah, dari Nabi bahwa Semua bayi tergadaikan oleh aqiqahnya, aku berharap jika berhutang untuk aqiqah semoga Allah segera menggantinya karena dia telah menghidupkan sunah di antara sunah-sunah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan telah mengikuti apa-apa yang Beliau bawa. Selesai. (Tuhfatul Maudud fi Ahkamil Maulud, Hal. 64. Cet. 1, 1971M-1391H. Maktabah Darul Bayan)
Demikianlah kebolehan berhutang untuk aqiqah, namun *"boleh"* bukan berarti lebih utama, sebab lebih utamanya adalah justru membayar hutang sudah ada terlebih dahulu, bukan menambah dengan hutang baru. Membayar hutang adalah wajib, dan tidak ada khilafiyah atas kewajibannya, sedangkan aqiqah adalah sunah muakadah bagi yang sedang lapang rezeki menurut jumhur. Maka, wajar jika sebagian ulama justru menganjurkan untuk melunaskan hutang dulu barulah dia aqiqah jika sudah lunas hutangnya.
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
01/05/19
13.17 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
01/05/19 13.17 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
02/05/19 06.27 - ‎+62 822-3344-6910 keluar
02/05/19 19.39 - +62 812-9419-3202: ๐Ÿ“† Kamis, 26 Sya'ban 1440H / 2 Mei 2019
๐Ÿ“š KELUARGA MUSLIM

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadzah DR. Aan Rohanah, Lc. M.Ag.
๐Ÿ“‹ Mendidik anak dengan Al-Qur'an (Bag. 3 - Selesai)
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ
Ciri-ciri ibu yang akan mencetak anak-anak 'besar' adalah:
1. Selalu mencari hidayah dalam perintah Allah (Al Qur'an dan sunnah sebagai pedoman hidup)
2. Bersikap sabar terus menerus sampai menutup mata (3:146-148)
3. Yakin kepada ayat-ayat Allah
4. Siap berkorban dan berjuang
Menjadi ibu yg sabar 32:24.
Sabar menjadi syarat orang tua mencetak generasi pemimpin. Ibu yang emosi cenderung anaknya sulit diatur.
Ciri-ciri sabar adalah:
1. Tidak gampang menyerah lemah semangat.
2. Tidak lemah fisik
3. Tidak mudah putus asa. Bila berat menghadapi anak, minta kepada Allah. Minta kepada pemiliknya. Allah mampu mengembalikan apapun denfan kun fayakun.
Syarat ibu mencetak generasi Qur'ani adalah:
1. Berpedoman pada hukum Allah.
2. Sabar.
3. Yakin kepada ayat-ayat Allah.
4. Banyak berkorban.
Untuk menjadi ibu yang mampu mencetak generasi Qur'ani harus lulus semua ujian.
5. Pandai menjaga keikhlasan
Ikhlas ada 3 macam, yaitu: sebelum beramal, ketika beramal, setelah beramal.
Ciri-ciri Ikhlas adalah:
1.Tidak bertambah amalnya ketika dipuji
2. Tidak berkurang amalnya ketika dicaci
3. Istiqomah diwaktu ramai dan sepi
Ikhlas dan sabar harus disempurnakan dalam mendidik anak-anak.
Untuk mendidik anak dengan Al-Qur'an ibu harus memiliki pengetahuan yang luas agar mampu mengimbangi tumbuh kembang anak mengikuti kemajuan yang ada.
Wallahu a'lam bish shawab
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ
Sebarkan! Raih Pahala
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
02/05/19
19.39 - +62 812-9419-3202: Hukum cuci darah ketika puasa
Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal: Kamis, 02 Mei 2019
Ustadz : Slamet Setiawwn | http://bit.ly/SobatQuran
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Ustadz saya ini kan cuci darah mandiri ( capd) sehari 4x, (pagi jam 6, dhuha jam 11, asar jam 4, dan jam 10 malam) dengan memasukkan cairan 2 liter ke dalam perut saya. Selama ini saya bayar fidiyah. Karena nggak kuat kalau puasa. Tahun ini saya pengen puasa. Batalkah puasa saya dengan kondisi tersebut. Selain capd saya juga minum obat sehari 3x. Terima kasih.
I_04
Jawaban
=========
ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Syekh Ibnu Utsaimin ditanya tentang hukum cuci darah ketika puasa. Beliau menjawab, "… Saya khawatir, proses pencucian ini dicampur dengan beberapa nutrisi mineral, sehingga menggantikan makan dan minum. Jika keadaannya demikian, statusnya membatalkan puasa. Oleh karena itu, jika ada orang yang mendapatkan ujian dengan penyakit ini sepanjang hidupnya maka dia tergolong orang yang sakit, yang tidak ada harapan untuk sembuh, sehingga dia boleh membayar fidyah.
Akan tetapi, jika campuran yang disisipkan di darah pasien ketika proses dialisis (cuci darah) bukan nutrisi bagi tubuh, namun hanya sebatas membersihkan dan mencuci darah, maka hal ini tidak membatalkan puasanya, sehingga seseorang boleh mengambil tindakan medis ini meskipun sedang berpuasa. Persoalan semacam ini perlu ditanyakan ke dokter." (Majmu' Fatawa Ibnu Utsaimin, 20:113)
Kesimpulannya,
Lajnah Daimah (Komite Tetap untuk Fatwa dan Penelitian Ilmiah) ditanya, "Apakah cuci darah bisa membatalkan puasa?"
Pertama, Lajnah Daimah memberikan kesimpulan dari keterangan tim medis tentang proses cuci darah, yang intinya: mengeluarkan darah dari pasien, dimasukkan ke dalam suatu alat agar dilakukan perawatan tertentu, kemudian dikembalikan ke tubuh pasien. Dalam proses ini, zat kimia dan mineral tertentu ditambahkan ke dalam darah tersebut, seperti: kadar gula, ion tubuh, atau yang lainnya.
Kedua, setelah Lajnah Daimah melakukan pengkajian tentang sistem kerja cuci darah, melalui beberapa informasi dari beberapa pakar kedokteran, mereka memfatwakan bahwa cuci darah membatalkan puasa.
Wallahu a'lam.
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
02/05/19
19.40 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
02/05/19 19.40 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
03/05/19 11.06 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
03/05/19 11.06 - +62 812-9419-3202: Pesan ini telah dihapus
03/05/19 11.06 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
03/05/19 11.07 - +62 812-9419-3202: ๐Ÿ“† Jum'at, 27 Sya'ban 1440H / 03 Mei 2019
๐Ÿ“š *Renungan Hadist*

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Rikza Maulan, Lc., M.Ag
๐Ÿ“‹ Menyikapi Pemimpin Yang Dzalim
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน
ุนَู†ْ ูƒَุนْุจِ ุจْู†ِ ุนُุฌْุฑَุฉَ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุงุณْู…َุนُูˆุง ู‡َู„ْ ุณَู…ِุนْุชُู…ْ ุฃَู†َّู‡ُ ุณَูŠَูƒُูˆู†ُ ุจَุนْุฏِูŠ ุฃُู…َุฑَุงุกُ ูَู…َู†ْ ุฏَุฎَู„َ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูَุตَุฏَّู‚َู‡ُู…ْ ุจِูƒَุฐِุจِู‡ِู…ْ ูˆَุฃَุนَุงู†َู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ุธُู„ْู…ِู‡ِู…ْ ูَู„َูŠْุณَ ู…ِู†ِّูŠ ูˆَู„َุณْุชُ ู…ِู†ْู‡ُ، ูˆَู„َูŠْุณَ ุจِูˆَุงุฑِุฏٍ ุนَู„َูŠَّ ุงู„ْุญَูˆْุถ،َ ูˆَู…َู†ْ ู„َู…ْ ูŠَุฏْุฎُู„ْ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَู„َู…ْ ูŠُุนِู†ْู‡ُู…ْ ุนَู„َู‰ ุธُู„ْู…ِู‡ِู…ْ ูˆَู„َู…ْ ูŠُุตَุฏِّู‚ْู‡ُู…ْ ุจِูƒَุฐِุจِู‡ِู…ْ ูَู‡ُูˆَ ู…ِู†ِّูŠ ูˆَุฃَู†َุง ู…ِู†ْู‡ُ ูˆَู‡ُูˆَ ูˆَุงุฑِุฏٌ ุนَู„َูŠَّ ุงู„ْุญَูˆْุถ (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ)
Dari Ka'ab bin 'Ujrah berkata, bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda, "Dengarkan, apa kalian telah mendengar bahwa sepeninggalku nanti akan ada para pemimpin, yang barangsiapa mendukung mereka lalu membenarkan kedustaan mereka serta menolong kelaliman mereka, maka ia bukan termasuk golonganku dan tidak akan pernah mendatangi telagaku (di dalam surga). Dan barangsiapa yang tidak mendukung mereka, tidak membantu kedzaliman mereka dan tidak membenarkan kedustaan mereka, maka ia akan termasuk golonganku, dan aku termasuk golongannya dan ia kelak akan mendatangi telagaku (di dalam surga)." (HR. Tirmidzi, hadits no 2185)
®️ Hikmah Hadits ;
1. Pemimpin yang dzalim adalah pemimpin yang memimpin rakyatnya jauh dari nilai-nilai keimanan, mengabaikan aspek keadilan; yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan, menyusahkan, meresahkan, banyak berdusta, dan menyengsarakan rakyatnya serta tidak berpihak sedikitpun kepada umat namun justru berpihak pada golongan atau kelompok yang mampu memberikan mereka kesenangan dan keuntungan duniawi semata.
2. Terhadap pemimpin seperti ini, haram hukumnya untuk mendukung, mengikuti dan atau membelanya. Karena mendukung suatu kedzaliman adalah bagian dari kedzaliman itu sendiri. Dan bahkan Nabi ๏ทบ dengan tegas bersabda bahwa siapa yang mendukung dan mengikuti mereka, maka ia bukan termasuk golonganku, yaitu bukan termasuk golongan umat Nabi Muhammad ๏ทบ dan tidak akan pernah masuk ke dalam surga, na'udzubillahi min dzalik.
3. Sebaliknya siapa yang mengingkari, tidak mendukung, tidak membantu dan tidak membenarkan kedustaan mereka, maka ia adalah termasuk ke dalam golongan Nabi Muhammad ๏ทบ yang oleh karenanya ia berhak masuk ke dalam surga, meminum air dari telaga Rasulullah ๏ทบ di dalam surga. Semoga kita termasuk di dalamnya.
4. Bahwa pertentangan antara yang haq dan bathil akan selalu terus berlanjut hingga akhir zaman. Al-haq adalah segala kebaikan dan kebenaran yang dasar dan sumbernya adalah keimanan kepada Allah Swt. Sementara al-bathil adalah segala bentuk kemungkaran dan keburukan yang bertolak belakang dengan keimanan kepada Allah Swt. Keduanya (baik al-haq dan al-bathil) sama-sama mempunyai pengikut, pendukukung, dan kader yang siap memperjuangkannya, baik dengan hati, lisan ataupun actionnya. Pendukung al-haq dibahasakan dalam Al-Qur'an dengan istilah hizbullah (golongan Allah Swt) sementara pendukung al-bathil disebut Allah dalam Al-Qur'an dengan hizbus syaitan (golongan syaitan).
Dan setiap manusia memiliki kebebasan untuk memilih; apakah ia akan menjadi golongan hizbullah ataukah hizbus syaitan? Maka renungkanlah setiap langkah dan kecenderungan hati kita, jangan sampai terjerumus atau tertipu oleh manisnya kemasan golongan syaitan....
"Ya Allah jadikanlah kami semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang selalu mengikuti kebenaran dan istiqamah di jalan kebenaran tersebut hingga kami semua kelak meninggal dalam keadaan berpegang dalam kebenaran dan husnul khaitimah.... Amiin Ya Rabbal Alamiiin.
Wallahu A'lam
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
๐Ÿ“ฒ Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
03/05/19
11.07 - +62 812-9419-3202: Aqiqah Untuk Orang Yang Sudah Wafat
Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal: Jum'at, 03 Mei 2019
Ustadz : Farid Nu'man Hasan
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Ustadz... Saya mau bertanya, kalau bayi yang meninggal usia 2 bulan apakah masih perlu diaqiqahi?
A_10
Jawaban
=========
ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Tidak ditemukan dasar secara khusus tentang kebolehan aqiqah untuk orang yang sudah wafat, kecuali beberapa pendapat para ulama, itu pun tentang wafat saat bayi, bukan ketika dewasa.
Syaikh Utsaimin Rahimahullah mengatakan ada empat pembahasan tentang ini:
1. Lahir dalam keadaan belum ditiupkan ruh, maka tidak ada aqiqah baginya.
2. Lahir dalam keadaan wafat setelah ditiupkan ruh (keguguran), maka ada dua pendapat ulama (aqiqah dan tidak aqiqah)
3. Lahir dalam keadaan hidup, lalu wafat sebelum hari ke-7, ini juga ada dua pendapat (aqiqah dan tidak aqiqah), tapi yang mengatakan aqiqah lebih kuat dibandingkan seperti keadaan nomor dua.
4. Lahir dalam keadaan hidup sampai hari ke-7, tapi hari ke-8 wafat, maka ini hanya ada satu pendapat yaitu diaqiqahkan. (Syarhul Mumti', 7/494)
Poin ke-4 yang disampaikan Syaikh Utsaimin, bisa dimaknai aqiqah dibolehkan untuk orang dewasa yang sudah wafat. Sebab bukankah wafatnya orang dewasa sudah pasti setelah hari ke-7 kelahirannya?
Imam Ibnu Hazm Rahimahullah membolehkan untuk bayi yang wafat sebelum hari ke-7 untuk diaqiqahkan:
ูˆَุฅِู†ْ ู…َุงุชَ ู‚ุจู„ ุงู„ุณَّุงุจِุนِ ุนُู‚َّ ุนู†ู‡ ูƒู…ุง ุฐَูƒَุฑْู†َุง ูˆَู„ุงَ ุจُุฏَّ
Dan jika bayi wafat sebelum hari ke-7, maka diaqiqahkan untuknya sebagaimana yang telah kami sebutkan tapi itu bukan keharusan. (Al Muhalla, 7/524)
Imam An Nawawi Rahimahullah berkata:
ู„ูˆ ู…ุงุช ุงู„ู…ูˆู„ูˆุฏ ู‚ุจู„ ุงู„ุณุงุจุน ุงุณุชุญุจุช ุงู„ุนู‚ูŠู‚ุฉ ุนู†ุฏู†ุง ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุญุณู† ุงู„ุจุตุฑูŠ ูˆู…ุงู„ูƒ ู„ุง ุชุณุชุญุจ
Seandainya bayi wafat sebelum hari ke-7 maka disunahkan aqiqah menurut kami (Syafi'iyah). Al Hasan A bashri dan Malik mengatakan: tidak sunah. (Al Majmu' Syarh Al Muhadzdab, 8/448)
Demikian. Wallahu A'lam
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
04/05/19
05.48 - +62 812-9419-3202: Waris
Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal: Sabtu, 04 Mei 2019
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Ustadz... Saya mau bertanya tentang warisan. Ada seorang istri baru saja meninggal dunia. Si istri ini punya seorang saudara laki-laki masih hidup. Si istri ini tidak punya seorang anakpun. Ketika si istri ini masih hidup, pernah menjual tanah warisan (bukan gono gini) dan hasil penjualan ini digunakam untuk membeli sebuah sepeda motor.
1. Siapakah yang berhak mewarisi motor tersebut? Apakah saudara laki-laki ataukah suaminya??.
Oh ya, si istri ini juga punya saudara laki-laki lain yang sudah meninggal dunia lebih dulu.
2. Apakah anak-anaknya (keponakan si istri) ini punya hak waris??
I_18
Jawaban
=========
ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Yang berhak mendapatkan waris dari si mayit adalah suami, saudara laki-laki dan ponakan. Adapun untuk pembagiannya adalah :
1. Suami mendapatkan 1/2 harta si mayit karena tidak ada anak, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT
ูˆَู„َูƒُู…ْ ู†ِุตْูُ ู…َุง ุชَุฑَูƒَ ุฃَุฒْูˆَٰุฌُูƒُู…ْ ุฅِู† ู„َّู…ْ ูŠَูƒُู† ู„َّู‡ُู†َّ ูˆَู„َุฏٌ ۚ ูَุฅِู† ูƒَุงู†َ ู„َู‡ُู†َّ ูˆَู„َุฏٌ ูَู„َูƒُู…ُ ูฑู„ุฑُّุจُุนُ ู…ِู…َّุง ุชَุฑَูƒْู†َ ۚ
"Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkan mereka..." (QS. An-Nisa : 12)
2. Saudara laki-laki mendapatkan Ashobah bi Nafsih
Rasulullah ๏ทบ bersabda, "Berikanlah bagian-bagian yang telah ditetapkan itu kepada pemiliknya, dan sisanya berikanlah kepada kerabat terdekat si mayit yang laki-laki." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas)
3. Sementara keponakan tidak dapat bagian warisan dari bibinya karena terhajab Hirman (Hajab Hirman adalah terhalangnya seseorang dari mendapatkan bagian warisnya karena adanya salah satu penghalang waris)
Wallahu A'lam
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
04/05/19
17.57 - +62 812-9419-3202: ๐Ÿ“† Sabtu, 28 Sya'ban 1440 H / 04 Mei 2019
๐Ÿ“š SIROH DAN TARIKH ISLAM

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Agung Waspodo, SE, MPP
๐Ÿ“‹ Antara Badar dan Uhud
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน
Kemenangan adalah ujian dari Allah SWT
Kekalahan adalah nasihat dari Allah SWT
ุฅِู†ْ ูŠَู…ْุณَุณْูƒُู…ْ ู‚َุฑْุญٌ ูَู‚َุฏْ ู…َุณَّ ุงู„ْู‚َูˆْู…َ ู‚َุฑْุญٌ ู…ِุซْู„ُู‡ُ ۚ ูˆَุชِู„ْูƒَ ุงู„ْุฃَูŠَّุงู…ُ ู†ُุฏَุงูˆِู„ُู‡َุง ุจَูŠْู†َ ุงู„ู†َّุงุณِ ูˆَู„ِูŠَุนْู„َู…َ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَูŠَุชَّุฎِุฐَ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุดُู‡َุฏَุงุกَ ۗ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ู„َุง ูŠُุญِุจُّ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠู†َ
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada´. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, (QS. Ali Imran : 140)
ูˆَู„ِูŠُู…َุญِّุตَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَูŠَู…ْุญَู‚َ ุงู„ْูƒَุงูِุฑِูŠู†َ
Dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. (QS. Ali Imran : 141)
ุฃَู…ْ ุญَุณِุจْุชُู…ْ ุฃَู†ْ ุชَุฏْุฎُู„ُูˆุง ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ูˆَู„َู…َّุง ูŠَุนْู„َู…ِ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฌَุงู‡َุฏُูˆุง ู…ِู†ْูƒُู…ْ ูˆَูŠَุนْู„َู…َ ุงู„ุตَّุงุจِุฑِูŠู†َ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS. Ali Imran : 142)
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐ=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=๐Ÿ’ฐ
๐Ÿ’ณ a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
๐Ÿ“ฒ Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
04/05/19
17.57 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
04/05/19 17.57 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
05/05/19 06.16 - ‎+62 877-7521-4184 keluar
05/05/19 09.49 - +62 812-9419-3202: Hukum menjamak-qashar selama safar
Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal: 05 Mei 2019
Ustadz : Farid Nu'man Hasan
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Ustadz... Saya mau bertanya tentang menjamak shalat saat training ke Jepang (negara non muslim) selama 4 bulan, saya tetap menjamak dan kadang mengqasar karena field trip ke beberapa kota. Apakah diperbolehkan meskipun kita sudah tahu batas waktu trainingnya selama 4 bulan? Terimakasih
I_13
Jawaban
=========
ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Berapa lamakah interval waktu dibolehkannya jamak dan qashar?
Hal ini tergantung keadaan safarnya. Seseorang safar tidak lepas dari tiga keadaan.
1. Safar dengan tujuan menetap di suatu daerah atau negeri. Menetap maksudnya menjadi penduduk tetap dengan dibuktikan kepemilikan ID card negeri tersebut, baik KTP atau KK. Maka, kebolehannya hanya ketika safar saja. Sesampainya di tempat tujuan maka sudah tidak ada rukhshah/keringanan tersebut, kecuali kembali dia menjalani safar di waktu lain atau dia mengalami berbagai masyaqqat (kesulitan) di sana, maka kembali berlaku hukum jamak, seperti hujan lebat, sakit, takut kepada musuh, bencana alam, dan semisalnya.
2. Safar dengan niat untuk singgah, maka ini ada dua macam:
a. Singgah dengan waktu yang belum jelas, seperti peperangan, berobat, dan semisalnya, yang waktu selesainya tidak bisa dipastikan. Maka, selama itu pula dia boleh menjamak dan qashar. Sebab statusnya tetap seorang yang safar. Dahulu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengqashar 20 hari ketika perang Tabuk. Para sahabat ada yang mengqashar dua tahun, setahun, enam bulan, karena mereka tidak berniat menjadi penduduk tetap dan tidak jelas kapan pulangnya, seperti yang dikatakan Syaikh Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnahnya.
b. Singgahnya sudah diketahui lamanya dan kapan pulangnya, seperti dinas kantor, ziarah ke rumah saudara, dan semisalnya. Maka, ini dibatasi. Secara ringkas, dalam madzhab Hanafi durasinya adalah 14 hari, selebihnya tidak boleh. Madzhab Syafi'iyah dan Malikiyah tiga hari selebihnya tidak boleh. Sedangkan Hanabilah (Hambaliyah) adalah empat hari, selebihnya tidak boleh.
Demikian. Wallahu a'lam
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
05/05/19
09.49 - +62 812-9419-3202: ๐Ÿ“† Ahad, 29 Sya'ban 1440H / 5 Mei 2019
๐Ÿ“š Tazkiyatun Nafs

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi MA.
๐Ÿ“‹ Perbaiki Akhiratmu maka Dunia Akan Ikut
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ
ุฃุตู„ุญูˆุง ุขุฎุฑุชูƒู… ุชุตู„ุญ ู„ูƒู… ุฏู†ูŠุงูƒู… ، ูˆุฃุตู„ุญูˆุง ุณุฑุงุฆุฑูƒู… ุชุตู„ุญ ู„ูƒู… ุนู„ุงู†ูŠุชูƒู…
"Perbaiki akhiratmu maka dunia akan ikut baik dan perbaikilah batinmu maka zahirmu akan mempesona (Umar bin Abdul Aziz )
Seseorang yang memperbaiki akhiratnya ia di umpamakan seperti orang yang menanam padi, maka rumputpun ikut dia dapat, sedangkan mereka yang orientasi hidupnya hanya dunia, maka seperti orang yang menanam rumput, dimana ia tidak mendapatkan padi.
Ust Hasan Haikal dalam sebuah ceramahnya bersama AA Gym di masjid Darut Tauhid, ia berkisah tentang gurunya yang mengatakan
"kalau kita beli kambing maka kita akan dapat tali, tetapi kalau kita beli tali, maka kita tidak akan dapat kambing, begitulah perumpamaan mereka yang tidak menjadikan dunia sebagai ladang untuk akhirat.
Dunia berasal dari kata danaah yang artinya kehinaan, maka menjadikan dunia sebagai tujuan utama tanpa menghubungkannya dengan akhirat, maka sama saja dengan mengejar kehinaan
Allah berfirman :
ูˆَุงุจْุชَุบِ ูِูŠู…َุง ุขَุชَุงูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุงู„ุฏَّุงุฑَ ุงู„ْุขَุฎِุฑَุฉَ ูˆَู„َุง ุชَู†ْุณَ ู†َุตِูŠุจَูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi" (QS. Al Qashshash: 77).
Maka siapapun saja yang ingin sukses dan berkah urusan dunianya, maka hendaklah ia perbaiki urusan akhiratnya.
Syaik Sudais hafizahullah berkata:
"Jika hidupmu di rundung oleh kesulitan, maka lihatlah shalatmu, yang kedua lihatlah bagaimana interaksimu dengan Al Quran dan lihatlah bagaimana baktimu dengan orang tuamu.
Kejarlah dunia dengan selalu shalat berjamaah di masjid, selalu membaca al Quran setiap hari, selalu shalat dhuha setiap hari dan membuat jadwal untuk bisa shalat tahajjud, minimal satu bulan 3 kali kita jadwalkan shalat malam.
Lalu jika ada seseorang yang bertabur nikmat Allah kepadanya, sedangkan dia adalah seseorang yang suka bermaksiat, maka ketahuilah yang ia dapat ketika itu bukan nikmat tetapi ia sedang mendapatkan istidraj, yaitu Allah memberinya tetapi untuk menjatuhkannya.
Ketahuilah setiap nikmat yang tidak dibarengi dengan rasa syukur dan ta'at maka ia menjadi sebuah petaka dan musibah.
Selanjutnya Umar bin Abdul Aziz mengatakan
"Perbaikilah batinmu, maka mempesonalah lahirmu".
Saya akan coba menjelaskan perkataan yang sarat akan hikmah ini
Seseorang yang berusaha untuk selalu membersihkan hatinya dari penyakit hati, seperti ria, takabbur, ujub, dendam dan lain sebagainya maka kita tidak bosan menatap wajahnya, setiap kali memandang wajahnya, selalu membuat kita ingat akan Allah, sedangkan seseorang yang hatinya selalu diisi oleh dendam kesumat, maka wajahnya tidak akan pernah enak dilihat walau ia tampan ataupun cantik.
ุนَู†ْ ุฃَุจِู‰ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„ุงَ ูŠَู†ْุธُุฑُ ุฅِู„َู‰ ุตُูˆَุฑِูƒُู…ْ ูˆَุฃَู…ْูˆَุงู„ِูƒُู…ْ ูˆَู„َูƒِู†ْ ูŠَู†ْุธُุฑُ ุฅِู„َู‰ ู‚ُู„ُูˆุจِูƒُู…ْ ูˆَุฃَุนْู…َุงู„ِูƒُู…ْ
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian." (HR. Muslim no. 2564).
Hadist ini menjelaskan kepada kita bahwa Allah sangat memperhatikan inner beauty dalam diri seorang muslim, sebagus apapun tampilan luar, jika isinya tidak berbobot maka ia tidak akan bernilai disisi Allah, sebagaimana sebuah botol jika ia berisi air putih, maka ia akan di hargai Rp 4000, jika berisi madu ia bisa di hargai Rp 100.000 dan jika diisi air comberan, maka ia tidak akan berharga.
Namun Islam adalah agama yang tawazun (seimbang), dimana ia tidak hanya memperhatikan keindahan hati, tetapi ia juga memerintahkan kita untuk membersihkan fisik, karena dari tubuh yang kotor tidak akan tercipta hati yang bersih, karena nya Allah berfirman dalam surat al Mudatsir ayat 4 "Dan bajumu bersihkanlah"
Allah itu indah dan menyukai keindahan, demikianlah sabda Rasululullah ketika ada seseorang yang bertanya kepadanya tentang seseorang yang baju dan sendalnya bagus.
Bahkan nabi saw pernah menegur seseorang yang memakai baju robek, seraya berkata:

"Punya kah engkau baju yang bagus ? Sesungguhnya Allah jika memberikan nikmat, maka ia suka melihat bekas nikmatnya itu."
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐Ÿ
Sebarkan! Raih Pahala
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637

Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
05/05/19
09.49 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
05/05/19 09.50 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
06/05/19 11.03 - +62 812-9419-3202: Dilamar pegawai bank
Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal: Senin, 06 Mei 2019
Ustadz : Slamet Setiawan | http://youtube.com/slametsetiawanchanne
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Ustadz... Saya mau bertanya, kalau suami kerja di bank konvensional, apakah nafkah yang dikasih ke anak istri adalah uang haram? Bolehkah perempuan menolak laki-laki yang mau menikah dengannya, dengan alasan kerja di bank itu adalah tidak halal.

Jawaban
=========
ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Sebelum masuk ke dalam pembahasan, saya kutip kesimpulan dari materi yang disampaikan oleh Dr. Oni Syahroni, M.A tanggal 24 April lalu:
"Dengan demikian, maka bisa kita simpulkan bahwa bekerja di perusahaan atau entitas yang core bisnisnya tidak halal itu tidak diperkenankan dalam Islam. Tetapi jika bekerja di perusahaan atau entitas yang kegiatan usahanya adalah usaha yang halal dan juga melakukan usaha yang tidak halal, maka para ulama berbeda pendapat.
1. Jika bekerja di perusahaan tersebut on mission itu diperkenankan. Namun, jika bekerja diperusahaan tersebut bukan on mission tetapi mencari pendapatan semata, maka tidak diperkenankan. Kecuali dalam kondisi darurat yaitu tidak ada alternatif lain yang halal dan pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang mubah dan wajib.
2. Itu diperkenankan karena ada umumul balwa (sesuatu yang tidak bisa dihindarkan).
Dengan demikian, jika Anda mengambil pendapat pertama di atas atau sebagai sikap kehati-hatian ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan:
1. Pegawai bank adalah pemakan riba
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุงْ ุงุชَّู‚ُูˆุงْ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฐَุฑُูˆุงْ ู…َุง ุจَู‚ِูŠَ ู…ِู†َ ุงู„ุฑِّุจุง ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ، ูَุฅِู†ْ ู„َู…ْ ุชَูْุนَู„ُูˆุงْ ูَุฃْุฐَู†ُูˆุงْ ุจِุญَุฑْุจٍ ู…ِู†َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba, jika kalian beriman. Jika kalian tidak melaksanakannya maka umumkanlah untuk berperang dengan Allah dan Rasul-Nya." (QS. Al-Baqarah: 278 – 279)
2. Menikah dengan orang fasik
Seorang pegawai bank dengan berbagai pelanggaran di atas, merupakan pelaku dosa besar. Rutinitas dia makan harta riba sudah cukup menjadi alasan mendasar untuk itu. Dengan kata lain, sejatinya seorang pegawai bank adalah orang fasik. Dia pelaku dosa besar dan bahkan itu menjadi bagian penting hidupnya.
3. Sang istri dan keluarga makan harta haram
Bagian ini penting untuk anda renungkan. Konsekuensi menikah dengan pegawai bank, berarti siap untuk makan harta haram. Rela untuk berbahagia dengan riba, di atas penderitaan banyak orang.
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk bersabar di atas jalan kebenaran. Wallahu a'lam.
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
06/05/19
11.03 - +62 812-9419-3202: ๐Ÿ“† Senin, 01 Ramadhan 1440H / 06 Mei 2019
๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Farid Nu'man Hasan, S.S.
๐Ÿ“‹ Ketika Pelawak Menghina Ulama
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน
๐Ÿ“Œ Melucu yang cerdas semakin sulit kita dapatkan dari para pelawak
๐Ÿ“Œ Umumnya lawakan mereka hanyalah kumpulan kebohongan atau kisah nyata yang dibumbui kebohongan untuk mengundang tawa.
Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah ๏ทบ Bersabda: _"Seorang hamba tidak dikatakan beriman dengan sepenuhnya kecuali jika dia meninggalkan berbohong ketika bergurau, dan meninggalkan berdebat meski ia benar."_ (HR. Ahmad)
Dr. Muhammad Rabi' Muhammad Jauhari mengatakan:
_"Beliau (Nabi ๏ทบ) memberikan arahan kepada para sahabatnya agar memiliki komitmen yang kuat untuk jujur dalam bergurau dan memperingatkan dari dusta saat bergurau. Dari Bahz bin Hakim, katanya: berkata ayahku, dari ayahnya, katanya: bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda: "Celakalah bagi yang bicara lalu dia berdusta hanya untuk membuat orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia." (HR. Abu Daud, At Tirmidzi)._
(Akhlaquna, Hal. 179. Cet. 4, 1999M/1420H. Maktabah Darul Fakhr Al Islamiyah)
๐Ÿ“Œ Sering pula hinaan demi hinaan kepada lawan mainnya bahkan kadang mereka pun rela dihina hanya untuk memunculkan tawa
๐Ÿ“Œ Baik hinaan kepada fisik, sifat, gaya bicara, gaya jalan ..

๐Ÿ“Œ Hasilnya adalah lawakan berkualitas rendah dan tidak mendidik, gelak tawa yang berawal dari kedustaan dan merendahkan sesama manusia
Allah ๏ทป berfirman:
ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู„َุง ูŠَุณْุฎَุฑْ ู‚َูˆْู…ٌ ู…ِู†ْ ู‚َูˆْู…ٍ
_"Wahai orang-orang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum lainnya .."_ (QS. Al Hujurat: 11)
๐Ÿ“Œ Keburukan semakin bertambah parah jika yang direndahkan adalah Rasulullah ๏ทบ dan para ulama.
๐Ÿ“Œ Jika pelawak itu muslim, maka posisi sebagai musuh Rasulullah ๏ทบ lebih nampak, dibanding sebagai umat Rasulullah ๏ทบ ..
๐Ÿ“Œ Buat para penghina ulama, ketahuilah .. telah berlalu banyak manusia penista yang ujung hidupnya merana tersiksa krn Allah Ta'ala mendeklarasikan perang kepada para musuh-musuh waliNya.
Dalam hadits qudsi Allah Ta'ala berfirman:
ู…َู†ْ ุนَุงุฏَู‰ ู„ِูŠ ูˆَู„ِูŠًّุง ูَู‚َุฏْ ุขุฐَู†ْุชُู‡ُ ุจِุงู„ْุญَุฑْุจِ
_"Barang siapa yang memusuhi WaliKu, maka aku deklarasikan perang kepadanya."_
(HR. Bukhari no. 6502)
๐Ÿ“Œ Kepada para penghina ulama, Imam Ibnu 'Asakir Rahimahullah mengatakan:
ูŠุง ุฃุฎูŠ ูˆูู‚ู†ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุฅูŠุงูƒ ู„ู…ุฑุถุงุชู‡ ูˆุฌุนู„ู†ุง ู…ู…ู† ูŠุบุดุงู‡ ูˆูŠุชู‚ูŠู‡ ุญู‚ ุชู‚ุงุชู‡ ุฃู† ู„ุญูˆู… ุงู„ุนู„ู…ุงุก ู…ุณู…ูˆู…ุฉ ูˆุนุงุฏุฉ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ู‡ุชูƒ ุฃุณุชุงุฑู…ู†ุชู‚ุตูŠู‡ู… ู…ุนู„ูˆู…ุฉ ูˆุฃู† ู…ู† ุฃุทู„ู‚ ู„ุณุงู†ู‡ ููŠ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุจุงู„ุซู„ุจ ุงุจุชู„ุงู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ู‚ุจู„ ู…ูˆุชู‡ ุจู…ูˆุช ุงู„ู‚ู„ุจ ูู„ูŠุญุฐุฑ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุฎุงู„ููˆู† ุนู† ุฃู…ุฑู‡ ุฃู† ุชุตูŠุจู‡ู… ูุชู†ุฉ ุฃูˆ ูŠุตูŠุจู‡ู… ุนุฐุงุจ ุฃู„ูŠู…
_Wahai saudaraku –semoga Allah memberikan taufiq kepada saya dan anda untuk mendapatkan ridhaNya dan menjadikan kita termasuk orang yang bertaqwa kepadaNYa dengan sebenar-benarnya- dan *Ketahuilah, bahwa daging–daging ulama itu beracun, dan sudah diketahui akan kebiasaan Allah dalam membongkar tirai orang-orang yang merendahkan mereka, dan sesungguhnya barang siapa siapa yang melepaskan mulutnya untuk mencela ulama maka Allah akan memberikan musibah baginya dengan kematian hati sebelum ia mati:* maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya (Rasul) takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih._
(Imam An Nawawi, At Tibyan, Hal. 30. Mawqi' Al Warraq)
Wallahul Musta'an!
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐ=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=๐Ÿ’ฐ
๐Ÿ’ณ a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
๐Ÿ“ฒ Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
06/05/19
12.45 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
06/05/19 12.45 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
07/05/19 16.40 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
07/05/19 16.40 - +62 812-9419-3202: <Media tidak disertakan>
07/05/19 16.40 - +62 812-9419-3202: Wali dan saksi nikah siri
Ustadz Menjawab
Hari/Tanggal: Selasa, 07 Mei 2019
Ustadz : Slamet Setiawan | http://youtube.com/slametsetiawanchannel
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒธ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Ustadz... Saya mau bertanya, kalau ada pernikahan siri tetapi tidak ada saksi saudara laki-laki kandung karena alasan menikah di luar negeri apakah itu sah?
A_44
Jawaban
=========
ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
Pertama kita bahas dahulu tentang nikah sirinya:
1. Nikah siri tanpa ke KUA = Sah
Nikah siri yang dilakukan tanpa pencatatan di Kantor Urusan Agama (KUA) dianggap sah menurut beberapa ulama. Dengan catatan, pernikahan tersebut harus memenuhi rukun nikah dalam Islam dan syarat pernikahan dalam Islam, diantaranya:
a. Harus ada dua calon mempelai
b. Harus ada wali nikah, diutamakan wali nasab. Apabila wali nasab tidak ada maka bisa digantikan wali hakim. Sebaiknya kita mempelajari tentang syarat wali nikah, dan urutan wali nikah dalam islam.
c. Terdapat 2 orang saksi yang adil. Sebagaimana hadist: "Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali dan dua saksi yang adil." (HR. Al-Khamsah kecuali An-Nasa`i)
d. Ada ijab qobul
Pernikahan siri tanpa ke KUA masih dianggap sah, sebab para ulama memandang perbuatan tersebut lebih baik daripada berzina. Dengan menikah maka zina bisa terhindarkan. Namun demikian, nikah siri tetap tidak dianjurkan karena bisa merugikan pihak perempuan dan anak-anaknya kelak.
2. Nikah Siri Tanpa Wali = Tidak Sah
Di jaman sekarang ini banyak orang yang melakukan nikah siri tanpa adanya wali nasab dari pihak perempuan. Hal ini bisa terjadi sebab pernikahan tidak disetujui, sehingga mempelai memutuskan menikah secara diam-diam atau bisa dikatakan kawin lari. Hukum kawin lari dalam Islam dan nikah siri tanpa adanya wali dari pihak perempuan jelas tidak sah secara agama. Sebab salah satu rukun nikah harus ada wali. Jika nikah tanpa wali sampai terjadi dan keduanya melakukan hubungan intim setelah menikah maka hukumnya jelas haram.
Dari Aisyah radhiallahu 'anha, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Wanita manapun yang menikah tanpa izin wali, maka nikahnya batal." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Baihaqi).
Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada nikah (batal), kecuali dengan wali." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ibn Abi Syaibah, Thabrani).
Selanjutnya mengenai wali dan saksi, Abu Syuja' berkata,
Akad nikah tidaklah sah melainkan dengan wali dan dua saksi yang 'adil (bukan orang fasik). Wali dan dua saksi tadi harus memenuhi 6 syarat:
1. Islam
2. Baligh (dewasa)
3. Berakal
4. Merdeka (bukan hamba sahaya)
5. Laki-laki
6. 'Adil (bukan orang yang fasik)
Adapun urutan wali nikah sbb:
1. Ayah
2. Kakek (ayah dari ayah)
3. Saudara laki-laki kandung
4. Saudara laki-laki seayah
5. Anak dari saudara laki-laki kandung (keponakan)
6. Anak dari saudara laki-laki seayah (keponakan)
7. Paman (saudara ayah)
8. Anak dari paman (sepupu)
Jika 'ashabah di atas tidak ada, maka perwalian beralih pada bekas hamba sahaya yang pernah dibebaskan, lalu ashobah dari hamba sahaya tadi. Jika tidak ada, barulah beralih pada wali hakim.
Dengan demikian untuk menjadi saksi nikah tidak disyaratkan harus saudara nasab, karena yang disyaratkan adanya hubungan nasab hanya berlaku bagi wali dengan urutan sebagaimana disebutkan di atas.
Wallahu a'lam.
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐDonasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa
a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
07/05/19
16.41 - +62 812-9419-3202: ๐Ÿ“† Selasa, 02 Ramadhan 1440H / 07 Mei 2019
๐Ÿ“š Fiqih dan Hadits

๐Ÿ“ Pemateri: Ustadz Farid Nu'man Hasan, S.S.
๐Ÿ“‹ Jangan Bangga Dengan Ibadah Sunnah Jika Yang Wajib Amburadul
๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐Ÿ‚๐Ÿ€๐ŸŒผ๐Ÿ„๐ŸŒท๐ŸŒน
๐Ÿ“Œ 'Ujub dengan tahajud yang lama dan banyak rakaatnya, tapi Shubuh kesiangan
๐Ÿ“Œ Bangga dengan haji ke 2, 3, tapi fakir miskin kelaparan kau diamkan
๐Ÿ“Œ Narsis dengan shaum sunnahmu yang banyak, tapi kewajiban terhadap suami atau orang tua kau abaikan
๐Ÿ“Œ Kau ributkan jumlah rakaat tarawih, akhirnya ukhuwah rusak dan tidak kau jaga
๐Ÿ“Œ Bagus jika kau hati-hati terhadap makanan dan minuman yang haram, tapi sayang sudah berapa banyak bangkai saudaramu kau makan dalam gunjingan
๐Ÿ“Œ Kau bertengkar karena wanita yang menutup atau membuka wajah, padahal masih banyak wanita yg berpakaian tapi telanjang yg mesti kau luruskan
Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu 'Anhu berkata:

ูˆَุฃู†َّู‡ُ ู„ุงَ ูŠَู€ู‚ู€ْู€ุจَู„ُ ู†َุงูِู„َุฉً ุญَุชَّู‰ ุชُุคَุฏَّู‰ ุงู„ْูَุฑูŠِْุถَุฉ
Tidaklah diterima ibadah sunnah sampai ditunaikan yang wajibnya. (Imam Abu Nu'aim, Hilyatul Auliya, 1/36)
Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah berkata:
ุฅู† ุฃูุถู„ ุงู„ุนุจุงุฏุฉ ุฃุฏุงุก ุงู„ูุฑุงุฆุถ ูˆ ุงุฌุชู†ุงุจ ุงู„ู…ุญุงุฑู…
Sesungguhnya ibadah yang paling utama adalah menunaikan kewajiban dan menjauhi larangan. (Jawaahir min Aqwaal As Salaf No. 65)
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐Ÿƒ
Dipersembahkan oleh: manis.id
๐Ÿ“ฑ Info & pendaftaran member: bit.ly/mediamanis
๐Ÿ’ฐ=Donasi Dakwah, Multi Media dan Pembinaan Dhuafa=๐Ÿ’ฐ
๐Ÿ’ณ a.n Yayasan MANIS,
No Rek BSM 7113816637
๐Ÿ“ฒ Info lebih lanjut: bit.ly/donasidakwahmanis
Riwayat chat terlampir sebagai file "Chat WhatsApp dengan Majelis MANIS ๐Ÿฏ #I 21" di email ini.


























































































































































































































































































































































































































































































































































Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chat WhatsApp dengan BTD || Konsultasi HNI

17/04/19 13.52 - Pesan yang dikirim ke grup ini kini diamankan dengan enkripsi end-to-end. Ketuk untuk info selengkapnya. 17/04/19 16.49 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.51 - +62 852-6566-2401: Semoga membantu ya kak๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ 17/04/19 16.51 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.51 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.51 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.51 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.51 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.52 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.52 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.52 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.52 - +62 852-6566-2401: Sama2 kakak๐Ÿ˜Š 17/04/19 16.52 - +62 852-6566-2401: Iya kak...sama2... 17/04/19 17.50 - +62 812-6160-2549: Mksh kk ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š 17/04/19 21.31 - ‎Ario Ksjb tela...

Chat WhatsApp dengan UKMForum OK OCE Padang 1

20/10/18 16.56 - ‎+62 852-7165-2783 telah membuat grup "UKMForum OK OCE Padang 1" 20/10/18 16.56 - Anda telah ditambahkan 30/06/20 13.06 - +62 819-4762-7233: <Media tidak disertakan> 30/06/20 13.32 - +62 811-6688-662: <Media tidak disertakan> 30/06/20 13.32 - +62 811-6688-662: <Media tidak disertakan> 30/06/20 13.32 - +62 811-6688-662: <Media tidak disertakan> 30/06/20 14.19 - +62 813-6391-7554: Seminar Bisnis Digital : Minggu 05 Juli 2020 Di Aplikasi ZOOM Silahkan jika mau mengikutinya, *Seminar Bisnis Digital minggu ini ada yg Special karena ada PAK TUNG DASEM WARINGIN sebagai salahsatu pembicara di seminar kita* regitrai menggunakan Link dibawah ini : https://seminaronline.in/?r=34329 Silahkan Link tersebut bisa di Share ke Group WA, facebook, Telegram, dll 01/07/20 05.51 - +62 852-7113-8221: <Media tidak disertakan> 01/07/20 06.06 - +62 823-9171-9336: <Media tidak disertakan> 01/07/20 06.06 - +62 823-9171-9336: <Media tidak disertaka...