Langsung ke konten utama

Chat WhatsApp dengan RiseMedia 06 🔥




28/04/19 05.20 - Pesan yang dikirim ke grup ini kini diamankan dengan enkripsi end-to-end. Ketuk untuk info selengkapnya.
16/02/19 22.49 - ‎+62 895-3613-82160 telah membuat grup "RiseMedia 06 🔥"
28/04/19 05.20 - Anda bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 05.25 - +62 858-7937-9710: *Seberapa SIBUK kita hingga TAK SEMPAT-kan BACA QUR'AN???*
Kapan terakhir baca Qur'an? Tadikah? Kemarinkah? 3 hari lalukah? Seminggu lalukah? Sebulan lalukah? Atau malah setahun lalu? Bahkan 3 tahun lalu?
Jika ingin dekat dengan Tuhan kita, Allah SWT, maka salah satu caranya adalah dengan memperbanyak berinteraksi dengan Al-Qur'an, dalam lisan, hati, pikiran, perbuatan, dan setiap langkah kehidupan.
Jika kita lupa sama Al-Qur'an, lupa sama Allah, maka Allah pun tak akan mempedulikan kita, tak akan membantu urusan kita.. Kalau sudah seperti itu, sudah pasti hidup akan sengsara dan tak bahagia, meski banyak harta.. Hati menjadi gersang dan takut (berlebihan) pada selain-Nya.
Tapi kalo dalam
setiap urusan selalu ingat Allah, ruh (keterhubungan kita dengan-Nya) itulah yang akanmenguatkan kita di saat masalah bertubi-tubi datang. Karena kita punya Allah.
Bagi Allah, apa sih yang nggak buat kamu.. Itu kalo kita dekat pada Allah..
Semoga kita bisa membiasakan diri dekat dengan Al-Qur'an dan dekat pada Allah. 😊
28/04/19 05.49 - ‎+62 812-1019-6104 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 05.54 - ‎+62 896-5644-5579 keluar
28/04/19 06.25 - ‎+62 856-4044-6016 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 06.30 - ‎+62 858-7865-4004 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 06.57 - ‎+62 821-9229-6339 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 07.03 - ‎+62 823-4993-9163 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 07.04 - ‎+62 895-3395-57161 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 08.11 - ‎+62 853-4085-6552 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 08.42 - ‎+62 857-2531-3046 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 08.44 - ‎+62 822-9260-4486 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 08.47 - ‎+62 822-9260-4486 keluar
28/04/19 09.32 - ‎+62 882-4252-6110 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 09.33 - ‎+62 896-4900-6730 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 09.48 - ‎+62 812-6450-703 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 10.41 - ‎+62 813-3429-1924 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 10.42 - ‎+62 838-7765-8131 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 11.58 - ‎+62 852-4060-6708 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 12.22 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
28/04/19 12.22 - +62 858-7937-9710: *Orang yang Mengatakan Khilafah Tidak Akan Tegak Dialah yang Membangun Ilusi*
_Pesan Amir Hizbut Tahrir, Al-'Alim Atha' bin Khalil Abu Al-Rasytah pada pembukaan Konferensi Khilafah Ke-2 di Tunisia._
Wahai saudara-saudara sekalian, dengan tegas kami katakan bahwa *orang yang mengatakan Khilafah tidak akan tegak, dialah yang tengah membangun ilusi.* Tegaknya kembali Khilafah adalah fakta dan kenyataan _Insya Allah,_ dimana hal ini dikuatkan oleh adanya 4 fakta:
_Pertama._ Janji Allah SWT kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, yaitu janji untuk menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana orang-orang sebelum mereka berkuasa.
_Kedua._ Kabar gembira _(bisyarah)_ dari Rasulullah saw akan kembalinya Khilafah Rasyidah yang tegak di atas metode kenabian, setelah era kekuasaan yang memaksa (diktator), dimana kami sekarang berada.
_Ketiga._ Umat yang dinamis dan responsif dengan menerima perjuangan untuk menegakkan Khilafah serta mendukung perjuangan ini hingga janji Allah terwujudkan.
_Keempat._ Partai yang ikhlas, yang hanya berharap ridha Allah semata, dan meyakini kabar gembira _(bisyarah)_ Rasulullah saw. Partai ini berjuang bersama-sama umat dan di tengah-tengah umat, yang seluruh waktunya siang dan malam dihabiskan dengan kerja keras.
Inilah keempat fakta yang menguatkan, dan adanya satu saja dari fakta tersebut sudah cukup untuk mengatakan bahwa perjuangan untuk menegakkan Khilafah bukan ilusi, lalu bagaimana jika fakta-fakta ini semuanya ada?
28/04/19 12.42 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
28/04/19 14.01 - ‎+62 821-8800-7188 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
28/04/19 15.55 - ‎+62 857-2829-7488 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
29/04/19 06.36 - ‎+62 895-3395-57161 keluar
29/04/19 09.29 - +62 858-7937-9710: *MORAT-MARIT PEMILU 2019: RIBUAN KECURANGAN TANDA KEPANIKAN?*
Mengejutkan! Bawaslu RI mengeluarkan pernyataan sikap bahwa terdapat 7.000 lebih pelanggaran selama hajatan politik 5 tahunan ini berlangsung. Hal ini diangguki pula oleh Tim BPN dari paslon Capres dan Cawapres 02 yang beberapa waktu lalu melaporkan dugaan kecurangan sebanyak 1200 lebih khusus untuk pilpres 2019.
Tidak berlebihan jika proses pemilihan penguasa tertinggi di Indonesia periode 2019-2024 kali ini dianggap pemilu paling kacau dan penuh dengan kecurangan. Bagaimana mungkin pemimpin yang adil dilahirkan dari kemenangan hasil kecurangan?
Akan dibawa kemana nasib negeri ini? Bagaimana umat seharusnya menyikapi? Simak interview eksklusif bersama Jubir Hizbut Tahrir Indonesia, Ustadz Ismail Yusanto di link berikut:
https://youtu.be/FFyKHDSG_Kc
https://youtu.be/FFyKHDSG_Kc
https://youtu.be/FFyKHDSG_Kc
Tonton sampai habis, beri like dan komentar positif, serta sebarkan ke seluruh kontak dan sosial media Anda agar membuka mata setiap warga negara Indonesia tentang nasib negeri ini.
29/04/19 12.00 - ‎+62 821-9229-6339 keluar
29/04/19 13.18 - ‎+62 812-4038-0339 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
29/04/19 14.28 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
29/04/19 14.34 - +62 858-7937-9710: *Apakah Hukum di Indonesia sudah Islami ?* Atau *Adakah Peluang Menerapkan Islam di Indonesia ?*
Simak penjelasan dari CHANDRA PURNA IRAWAN SH., MH. (SEKJEN LBH PELITA UMAT) dalam wawancara singkat dengan beliau.
https://youtu.be/N6zQKkSA378
29/04/19
15.23 - +62 858-7937-9710: *WILAYAH YANG DISEBUTKAN PROF MAHFUD MD, DAPAT MEMBUAT LAPORAN POLISI*
_Oleh: Chandra Purna Irawan, S.H., M.H. (Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI & Sekjen LBH Pelita Umat)_

Berikut transkrip pernyataan Prof Mahfud MD yang menyebut frasa "garis keras", pada pokoknya sebagai berikut:
_".......Tetapi kalau lihat sebarannya di beberapa provinsi-provinsi yang agak panas, Pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi tempat-tempat kemenangan Pak Prabowo itu adalah diidentifikasi yang dulunya dianggap sebagai provinsi garis keras dalam hal agama misal Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga....."_
Sumber: http://m.tribunnews.com/amp/pilpres-2019/2019/04/28/respons-sandiaga-sikapi-pernyataan-garis-keras-yang-dilontarkan-mahfud-md?page=2
Terkait hal tersebut di atas, saya akan memberikan tanggapan hukum sebagai berikut:
_Pertama,_ apabila yang bersangkutan tidak dapat membuktikan pernyataannya. Maka saya berpendapat bahwa masyarakat yang berada di wilayah yang disebutkan dapat membuat laporan polisi atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian SARA, dugaan pidana Pencemaran nama baik dan dugaan Pidana menebarkan kebohongan.
Sebagaimana diatur di dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Dan Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.
_Kedua,_ sungguh sangat menyayangkan pernyataan beliau yang berpotensi dapat terjadinya konflik. Sebagai anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila sebaiknya dalam mengeluarkan pernyataan harus terukur dan hati-hati.
_Wallahualam bishawab._
29/04/19 15.38 - ‎+62 858-8060-4033 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
29/04/19 18.49 - ‎+62 838-4744-3623 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
29/04/19 19.05 - ‎+62 823-5938-6147 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
29/04/19 21.31 - ‎+62 822-6647-4682 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
29/04/19 21.32 - ‎+62 822-6647-4682 keluar
30/04/19 04.37 - ‎+62 822-5261-3701 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
30/04/19 04.56 - ‎+62 857-4633-0711 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
30/04/19 05.25 - ‎+62 853-3005-7508 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
30/04/19 05.50 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
30/04/19 08.59 - +62 858-7937-9710: Ust Ismail Yusanto: ucapan Prof. Mahfud MD soal "Provinsi Garis Keras" adalah jebakan intelektual.
Saksikan dan sebarkan !
https://youtu.be/wjPByre8CM4
30/04/19
09.50 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
30/04/19 10.29 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
30/04/19 10.32 - +62 858-7937-9710: [Infografis]
*Strategi Amerika Memecah Belah Umat Islam* _(Rekomendasi dari RAND Corporation)_
30/04/19 15.09 - ‎+62 822-6905-5202 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
30/04/19 18.14 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
30/04/19 18.15 - +62 858-7937-9710: *KRISIS MORAL BANGSA, PERTANDA RUNTUHNYA PERADABAN?*
_Oleh: Ahmad Khozinudin, S.H._
_(Ketua LBH PELITA UMAT)_

_"Apapun yang dimungkinkan secara teknologis sulit dijalankan kalau modal moral kita rusak"_ *(Yudi Latif).*
Penulis memulai tulisan ini dengan mengutip pendapat salah seorang eks punggawa BPIP, Yudi Latif. Jika merujuk pendapatnya, bisa kita pahami bahwa teknologi memungkinkan setiap usaha untuk memperbaiki kualitas hidup manusia dengan berbagai sarana dan kemudahan. Namun, teknologi tak akan mampu memberi 'saham' bagi kepercayaan publik, jika krisis moral merajalela. Pendapat Yudi Latief ini disampaikan konteksnya menyikapi wacana _e-voting._
Penulis kira ada benarnya juga, meskipun bisa kita pahami moral bukanlah satu-satunya faktor determinan yang menjamin adanya kepercayaan publik kepada Pemerintah dalam menjalankan kekuasaan.
Namun tanpa moral, rasanya mustahil bisa mengunduh rasa percaya, lepas dari praduga, jika karakter pemimpin dalam menjalankan kekuasaan mengalami defisit moral. Dengan Pemilu langsung saja, yang rakyat awam bisa mengontrol secara manual, dugaan pelanggaran dan kecurangan tetap ada dan massif, apalagi menggunakan bantuan teknologi?
Mengumandangkan _e-voting_ tentu hanya memungkinkan masyarakat tertentu saja yang mampu mengontrolnya, masyarakat IT yang bisa langsung menyatakan komplain terhadap adanya kecurangan. Masyarakat awam, dipandang tak memiliki otoritas ilmiah untuk menyatakan suatu penyelenggaraan curang atau tidak curang.
Pada konteks tertentu, masyarakat IT yang eksklusif dapat menggunakan peluang awam yang tak melek IT, untuk menyatakan pasangan calon tertentu sebagai pemenang dengan berkolaborasi dengan penguasa. Ya jelas, dengan penguasa karena umumnya penguasa itu cenderung menyalahgunakan wewenang. Ingin berkuasa, berkuasa lagi, dan terus berkuasa.
Pemilu manual hari ini saja, telah membuka celah bagi tirani lembaga survei atas mayoritas suara rakyat, dan memaksa rakyat untuk mentaati vonis lembaga survei. Atas dalih otoritas ilmiah, lembaga survei menebar racun di tengah benak rakyat.
Di era kini modal kejujuran, keterbukaan, dan mau menerima kehendak rakyat yang tidak menginginkan kekuasaan dilanjutkan, sangat sulit ditemui. Kejujuran menjadi barang langka, untuk menemukannya lebih sulit ketimbang mencari artefak peninggalan _megantropus erectus._ Para politisi dan partai, demi kekuasaan terbiasa untuk bohong, curang, mengikrar janji palsu, berkhianat dan menebar ketakutan publik.
Tak soal cara yang ditempuh, yang penting tujuan tercapai. Para politisi secara koor mengumpat ajaran Firenze Niccolò Machiavelli. Namun pada saat yang bersamaan, nyaris semua politisi adalah umatnya Machiavelli. Mereka taat, _ittiba'_ dan mempraktikkan ajaran Machiavelli.
Bahkan hingga politisi Islam dari partai yang mengaku partai Islam, juga ikut menjadi umatnya Machiavelli. Mereka, melupakan ajaran Kanjeng Nabi SAW. Hadits Nabi tentang ciri-ciri munafik, tak lagi mereka hiraukan. Nyaris semua politisi gemar berdusta, ingkar janji dan khianat.
Saking parahnya deposit moral bangsa ini, Prof Ryaas Rasyid sempat berkomentar satir dalam sebuah forum
GWA mengomentari kasus hukum yang menimpa Kemenpora. Kasus yang konon, uangnya disebut mengalir ke salah satu lembaga keagamaan (ormas Islam) di negeri ini.
_"Kalau seorang pada level sekjen organisasi nasional berbohong tentang sesuatu hal dalam tradisi kita sangat lumrah (beri sumbangan dalam jumlah yang wajar secara terbuka dan disaksikan seorang menteri) logika saya tidak masuk akal. Sekjen sadar kesaksian palsu diancam hukuman tambahan. Yang perlu kita cermati adalah jawaban si menteri. Karena jawaban itu akan memudahkan publik tahu kualitas kepribadiannya. Jujur atau bohong."_ Ungkapnya.
Bagi penulis sendiri, memiliki cela terkait moral itu lebih berbahaya ketimbang memiliki aib hukum. Seseorang bisa saja melanggar hukum tapi dapat lolos dari jeratan hukum. Dalam keadaan lain, boleh jadi seseorang dikorbankan atau dikriminalisasi dan mendapat vonis hukum, meskipun sebenarnya orang tadi berperilaku baik.
Standar moral jauh lebih tinggi ketimbang standar hukum. Orang yang melanggar moral, mendapat sanksi agama dan sangsi masyarakat. Meskipun, bisa saja pelanggar moral dapat lepas dari jerat pidana.
Seorang pemabuk, penjudi, tukang serong, pendusta, pelaku curang, bisa saja lepas dari jerat pidana. Namun, orang ini telah cela dalam pandangan agama dan masyarakat.
Atas _standard_ moral ini, Sesungguhnya lembaga survei dan sekaligus pribadi Denny JA, Burhanuddin Muhtadi, Saiful Mujani, telah runtuh wibawa dan marwahnya di mata publik ketika dilaporkan oleh sejumlah pihak ke Mabes Polri. Meskipun secara hukum, publik juga sudah paham sikap apa yang akan diambil penegak hukum jika yang dilaporkan adalah pihak-pihak yang mendukung Jokowi.
Bagi orang yang tidak beriman, melanggar standar moral itu tidak mengapa. Karena sanksi dosa bagi pelaku zina, pemabuk, pelaku curang, pembohong, dan sikap perusak moral lainnya tidak membuat pelakunya takut atas azab Allah SWT. Mereka melihat dunia sebatas ladang untuk memuaskan syahwat, bukan ladang untuk menanam benih amal sebagai bekal untuk kehidupan akhirat.
Adapun secara hukum pelanggaran moral ini sulit dijerat dengan hukum. Contohnya pelaku zina dan pendusta. Zina dalam timbangan KUHP hanya bisa diproses jika ada aduan, dan atas dasar salah satu pelaku telah mengikat perkawinan. Jika zina dilakukan suka sama suka, zina berbayar, zina tanpa komplain dari pasangan kawin, tidak bisa dipersoalkan secara hukum.
Bohong pun sama, jika tidak mengakibatkan keonaran, bohong dianggap bunga-bunga pembicaraan. Kecuali bohong dalam kasus penipuan dan penggelapan, barulah bisa diproses secara hukum.
Belum lagi, proses penegakan hukum yang tebang pilih. Ratna Sarumpaet berbohong, kemudian mengakui kebohongannya, meminta maaf, faktanya tetap dijerat dengan pasal 14 atau 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.
Namun beda halnya dengan Jokowi, saat kampanye debat terbuka Pilpres terbukti bohong, disaksikan seluruh rakyat Indonesia, tidak pernah meminta maaf, dilaporkan oleh kelompok masyarakat, tapi tidak juga ditindak secara hukum. Bang Muslim Arbi ketua GARPU mengaku jengah dengan hal ini. Bukankah ini berbahaya bagi masa depan moral bangsa?
Penulis dalam soal moral ini juga menyayangkan sikap para begawan BPIP yang diam seribu bahasa menyaksikan rusaknya moral bangsa. Mengaku penjaga Pancasila, tapi bungkam terhadap sejumlah isu penting yang menggerogoti entitas kedaulatan bangsa dan negara. Bahkan, banyak tudingan anggota BPIP makan gaji buta.
Tentu, sikap ksatria Yudi Latif yang mundur dari BPIP lebih bermoral dan bermartabat ketimbang sikap Prof. Mahfud MD yang tak pernah mundur, tak jelas kerjanya apa, bahkan terakhir mendapat banyak kritik publik sehubungan pernyataannya yang dangkal atas simpulan sejumlah provinsi yang dimenangkan pasangan capres-cawapres Prabowo Sandi.
Penulis jadi teringat kata-kata Prof Suteki, "hukum tanpa moral bukanlah hukum", pernyataan beliau ini implisit bisa kita tangkap bahwa untuk menegakan hukum wajib melibatkan moral di dalamnya. Tanpa melibatkan moral, hukum mustahil bisa ditegakkan.
Bagaimana dengan bangsa ini? Apakah telah menyertakan moral dalam menjalankan kekuasaan dan menegakan hukum?
Justru kenyataannya bangsa ini sedang dalam keadaan krisis moral, defisit nilai, dan kemarau kepercayaan. Rakyat digerogoti rasa tidak percaya pada proses Penyelengaraan pemerintahah dan penegakan hukum.
Pada konteks penyelenggaraan kekuasaan, rakyat pada tanggal 17 April yang lalu telah mengambil sikap untuk menarik mandat kekuasaan. Menuliskan visi perubahan, untuk masa depan yang lebih baik. Faktanya? Karena krisis moral yang parah, mandat rakyat itu ducurangi, aspirasi perubahan itu dikebiri, bahkan rakyat ditakut-takuti, dipaksa percaya bahwa kekuasaan rezim saat ini layak memimpin lagi.
Bagi rezim sendiri, tak soal rakyat mau dipimpin karena ridlo atau dipaksa, atas kehendak bebas atau karena ditakut-takuti, mengambil amanah kekuasaan secara jujur atau dengan jalan curang, bertindak amanah atau berdusta lagi, mengambil kekuasaan untuk berkhidmat atau berkhianat. Bagi rezim yang penting berkuasa lagi.
Itulah sebabnya, nampaknya bangsa ini telah mengalami krisis moral yang maha dahsyat. Sulit untuk memberikan kepercayaan kepada pejabat yang biasa dan gemar bermaksiat. Lantas, apakah ini menjadi petunjuk runtuhnya peradaban?
Lebih jauh, apakah rusaknya moral bangsa ini adalah penyimpanan perilaku individual atau dampak sistemik? Dampak parah dari negeri yang mengadopsi sistem politik sekuler yang tidak mengindahkan agama? Apakah diperlukan alternatif sistem agar moral bangsa ini kembali baik? _Wallahu a'lam._ []
30/04/19 21.57 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
01/05/19 02.37 - ‎+62 853-4137-6973 keluar
01/05/19 07.51 - +62 858-7937-9710: *Kunci Surga*
_Oleh: Arief B. Iskandar_
_"Ada enam perkara,"_ kata Imam Ali, _"yang menjadikan seseorang tidak akan pernah lelah mengejar surga dan lari agar terhindar dari azab neraka. Pertama: mengenal Allah SWT. Kedua: Mengenal setan. Ketiga: mengenal akhirat. Keempat: Mengenal dunia. Kelima: Mengenal kebenaran. Keenam: Mengenal kebatilan."_ (An-Nawawi al-Jawi, _Nasha'ih al-lbad,_ 44-45)
Dijelaskan oleh Imam an-Nawawi: *Mengenal Allah* maknanya adalah seseorang memahami bahwa Allah SWT adalah Penciptanya dan Pemberi rezeki kepadanya; Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan dirinya. Karena itulah dia lalu menaati Allah SWT dengan cara menuruti segala perintah-Nya (dan menjauhi segala larangan-Nya). *Mengenal setan* maknanya adalah seseorang memahami bahwa setan adalah musuhnya. Karena itu, dia selalu berusaha menentang perintahnya.
*Mengenal akhirat* maknanya adalah seseorang memahami bahwa akhirat adalah negeri yang kekal abadi. Karena itu, dia selalu berusaha merindukan akhirat dengan cara mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat itu. Mengenal dunia maknanya adalah seseorang memahami bahwa dunia adalah negeri yang fana (sementara). Karena itu, dia pun akan "menolak" dunia, tidak mengambil dunia (harta), kecuali sekadar untuk bekal di kehidupan akhirat. *Mengenal kebenaran* maknanya adalah seseorang memahami hal-hal yang benar yang ditunjukkan oleh syariah Islam, kemudian ia mengamalkannya.
*Mengenal kebatilan* maknanya adalah seseorang memahami hal-hal yang salah yang ditunjukkan oleh syariah Islam, kemudian dia menjauhinya. Menurut Imam an-Nawawi, keenam perkara ini merupakan kunci pembuka pintu-pintu surga dan penutup pintu-pintu neraka.
*Pertanyaannya:* Sudahkah keenam perkara itu benar-benar kita kenali atau kita pahami, khususnya dalam posisi kita sebagai pengemban dakwah? Jawaban atas pertanyaan ini tentu tidak cukup hanya klaim di lisan. Kita harus bisa menghadirkan bukti atas klaim itu dalam amal perbuatan. Lalu apa buktinya?
Sebagaimana terpapar di atas, bukti bahwa kita sudah mengenal dan memahami keenam perkara di atas juga ada enam:
_Pertama,_ *kita selalu menaati Allah SWT.* Saat Allah mewajibkan kita berdakwah, misalnya, kita pun, giat berdakwah, tanpa pernah mengenal rasa lelah. Jika kita baru berdakwah kalau ada _taklif_ dakwah, dan kalau tidak ada _taklif_ dakwah kita pun berpangku tangan, pada dasarnya kita belum sepenuhnya menaati Allah SWT.
_Kedua,_ *kita selalu berusaha untuk menentang setan, tidak menuruti perintahnya.* Jika kita bermalas-malasan dan ogah-ogahan dalam menuntut ilmu atau berdakwah, misalnya, pada hakikatnya kita sedang memperturutkan perintah setan. Sebab, hanya setan yang mengajak kita, untuk tidak menuntut ilmu dan mengabaikan atau meninggalkan dakwah.
_Ketiga,_ *kita selalu berorientasi ke akhirat dengan sungguh-sungguh mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat itu.* Dakwah adalah salah satu bekal hidup kita di akhirat nanti. Sebab, dakwah adalah salah satu amal shalih yang paling utama, yang tentu pahalanya luar biasa, karena bisa mengantarkan kita masuk surga. Banyak _nash_ al-Quran maupun hadits yang menjelaskan keutamaan dakwah ini. Bahkan dakwah inilah aktivitas utama para nabi dan rasul Allah.
Karena itu, sudah sewajarnya kita giat berdakwah selain giat memperbanyak amal-amal shalih lainnya, baik yang wajib (misal: mencari nafkah yang halal, taat kepada suami, menuntut ilmu, berbakti kepada orangtua, mendidik anak, dan lain-lain) ataupun yang sunnah (misal: _shaum_ Senin-Kamis, shalat tahajud, bersedekah, menolong orang yang membutuhkan, dan lain-lain).
_Keempat,_ *kita tidak dilalaikan oleh kesibukkan mengejar dunia (harta), kecuali sekadar untuk bekal bagi kehidupan akhirat.* Hal ini sesungguhnya tidak berkaitan dengan kaya atau miskinnya seseorang. Sebab, bukan hanya kekayaan, kemiskinan pun bisa menjadikan seseorang terlalaikan dari mempersiapkan bekal untuk akhirat. Banyak orang yang diperbudak oleh kekayaannya. Namun, tak sedikit pula yang diperbudak oleh kemiskinannya. Tidak jarang, baik yang kaya ataupun yang miskin, yang tersibukkan oleh kekayaan atau kemiskinannya sehingga melupakan ibadahnya kepada Allah SWT.
Bagi seorang pengemban dakwah, salah satu bukti bahwa dia tidak tersibukkan oleh dunia, pembicaraan utamanya bukanlah urusan harta. Pembicaraan utamanya tetaplah dakwah. Bagi dia, pembicaraan tentang bagaimana menyebarkan opini Islam, melakukan kontak-kontak dakwah, atau memperbanyak kader-kader dakwah adalah lebih menarik daripada membicarakan bagaimana mencari tambahan, penghasilan pribadi atau meningkatkan kekayaan perusahaan. Pembicaraan utamanya tentang harta hanyalah dari sisi seberapa besar harta yang dia miliki itu — baik dia kaya ataupun tidak — yang diinfakkan untuk kepentingan dakwah.
_Kelima,_ *kita selalu berusaha untuk mengamalkan kebenaran yang sudah kita pahami.* Jika kita sudah paham bahwa menegakkan syariah dan Khilafah adalah kewajiban yang harus diperjuangkan, maka tak ada alasan bagi kita untuk berleha-leha dalam mengamalkan kewajiban ini. Artinya, perjuangan menegakkan syariah dan Khilafah akan tetap kita lakukan secara istiqamah hingga akhir hayat, selama syariah dan Khilafah itu belum tegak.
_Keenam,_ *kita selalu berusaha menjauhi hal-hal yang diharamkan; senantiasa berusaha meninggalkan berbagai macam kemaksiatan.* Sering bolos _halaqah_ tanpa _uzur syar'i_ adalah maksiat. Melalaikan amanah/ _taklif_ dakwah adalah maksiat. Malas menuntut ilmu yang dibutuhkan untuk berdakwah adalah maksiat. Demikian pula melalaikan kewajiban mencari nafkah (bagi suami), melalaikan kewajiban mengurus anak dan rumah tangga (bagi istri), melihat aurat, berkhalwat dan berikhtilat, berbohong, bersikap sombong dan merendahkan orang lain, dan lain-lain.
Semua itu tidak selayaknya dilakukan oleh seorang pengemban dakwah. Semoga kita bisa mewujudkan keenam perkara di atas, baik dalam kapasitas kita sebagai seorang Muslim maupun sebagai pengemban dakwah. Semoga dengan itu, kita bisa membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka. Bukankah apapun yang kita lakukan dalam hidup di dunia yang fana ini adalah semata-mata agar kita masuk surga dan agar terhindar dari azab neraka?! _Wa maa tawfiiqii ilaa billaah wa 'alayhi tawakkaltu wa ilayhi uniib._ []
Sumber: _MuslimahNews.com_
01/05/19 14.34 - +62 858-7937-9710: *Jawaban atas Penggunaan Diksi Islam Garis Keras*
Sudah menjadi _sunnatullah,_ Islam adalah agama yang mulia dan akan ada pembencinya. Salah satu trik dan jebakan pembenci Islam adalah dengan mengkotak-kotakkan dan mengelompokkan para pengikutnya dengan istilah yang dibuat oleh para pembenci Islam.
Lantas apa langkah yang harus kita lakukan terkait pengelompokan terhadap umat Islam? Simak video juru bicara HTI, Ust. Ismail Yusanto berikut ini:
https://youtu.be/wjPByre8CM4
https://youtu.be/wjPByre8CM4
https://youtu.be/wjPByre8CM4
Tonton sampai habis. Beri like dan komentar positif, serta _share_ ke seluruh kontak dan sosial media Anda, agar tersebar luas kebaikan dan menjadi amal jariyah.
01/05/19 17.32 - ‎+62 815-8199-343 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
01/05/19 18.05 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
01/05/19 18.33 - ‎+62 821-1987-7041 keluar
02/05/19 05.39 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
02/05/19 07.29 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
02/05/19 18.20 - ‎+62 851-3032-2205 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
03/05/19 11.22 - ‎+62 812-6208-1993 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
03/05/19 11.27 - +62 858-7937-9710: *Bukan Saja Penuh Berkah, Ramadhan juga Bulan Perjuangan*
Peristiwa Perang Badar ketika itu terjadi di bulan Ramadhan, begitu juga perang Ainun Jalut, bulan Ramadhan bukan saja dihiasi dengan ibadah individu tapi juga harus berjuang untuk tetap meninggikan kalimat Allah dengan penerapan syariat Islam secara _Kaffah._
Simak nasehat dari guru kita *Ustadz Yasin Muthahar* berikut ini:
https://youtu.be/N2SX3HWhjcA
https://youtu.be/N2SX3HWhjcA
https://youtu.be/N2SX3HWhjcA
Tonton sampai habis.. Jangan lupa _like_ dan komentar yang positif serta sebarkan video ini ke semua _contact_ media sosial Anda, mudah-mudahan menjadi amal shalih.
03/05/19 13.04 - ‎+62 815-7591-9602 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
03/05/19 12.31 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
03/05/19 12.33 - +62 858-7937-9710: Grup berbagi konten dakwah visual dari *RiseMedia* 🔥
Konten-konten yang kami posting di grup WA ini silakan di-share tanpa perlu ijin admin. Semoga menjadi amal shalih bagi kita semua. 😊☺
Ikuti *grup WA RiseMedia* di link berikut..
*Grup 01:*
https://chat.whatsapp.com/2U45CWWW77f904tYHhd2pa
*Grup 02:*
https://chat.whatsapp.com/6BhctqY5i1GLIA7Uq3OVVz
*Grup 03:*
https://chat.whatsapp.com/JYiGa0o8Mwn0sS22ybj7B4
*Grup 04:*
https://chat.whatsapp.com/FjYdlveN4SLBURGatKUCEg
*Grup 05:*
https://chat.whatsapp.com/L4XryufYDxVKPIv06MNf9k
*Grup 06:*
https://chat.whatsapp.com/GycVFLOLiqkJv9NuhCCPg2
*Grup Akhwat Only 01:*
https://chat.whatsapp.com/JrekXVmxPbwHUYMLMTZtBj
*Grup Akhwat Only 02:*
https://chat.whatsapp.com/EcgQ3KCTRjdAoOgZXlcQZm
- - - - - - - - -
*Follow us*
🔥Instagram: non-active
🔥Twitter: twitter.com/risemedia4
🔥Telegram: telegram.me/rise_media
- - - - - - - - -
*#IslamWillRiseAgain*
#IslamSelamatkanNegeri
♻ Raih amal shalih.. *Sebarkan!*
03/05/19 15.59 - ‎+62 856-4024-0996 keluar
03/05/19 16.27 - ‎+62 853-4085-6552 keluar
03/05/19 22.04 - Kode keamanan +62 823-1633-2887 berubah. Ketuk untuk info selengkapnya.
04/05/19 06.13 - +62 858-7937-9710: <Media tidak disertakan>
04/05/19 07.37 - ‎+62 822-8763-3423 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
06/05/19 08.43 - ‎+62 857-9501-6758 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
06/05/19 11.37 - ‎+62 812-5921-6868 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
07/05/19 04.19 - ‎+62 822-4232-7281 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
07/05/19 04.56 - ‎+62 822-3618-2469 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
07/05/19 06.18 - ‎+62 838-4203-1709 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
07/05/19 08.23 - +62 858-7937-9710: *Ramadhan Bulan Al-Qur'an, Mengkaji dan mlMenegakan Isi Kandungannya adalah Wajib !!!*
_Marhaban Ya Ramadhan,_ bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan bulannya Al-Qur'an, maka mengkaji dan menegakannya adalah kewajiban bagi kita semua.
Tak hanya itu, di bulan ini juga Allah SWT kabulkan do'a-do'a para hambanya yang _mukhlis,_ oleh karena itu maka berjuanglah dan berdo'alah agar bisa tegak kembali kemuliaan Islam.
Yuk simak pesan dari Ustadz Rokhmat S. Labib berikut ini:
https://youtu.be/a2ZcI6PF55E
https://youtu.be/a2ZcI6PF55E
https://youtu.be/a2ZcI6PF55E
Tonton sampai habis.. Jangan lupa beri _like_ dan komentar yang positif serta bagikan video ini agar menjadi amal shalih.
07/05/19 08.36 - ‎+62 852-9883-3187 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
07/05/19 09.40 - Kode keamanan +62 823-1633-2887 berubah. Ketuk untuk info selengkapnya.
07/05/19 09.41 - ‎+62 822-4231-4810 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
07/05/19 10.21 - ‎+62 812-2585-815 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
07/05/19 10.34 - +62 858-7937-9710: *Pesan Penting Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Menjelang Masuknya Bulan Ramadhan*
_Marhaban Yaa Ramadhan,_ sebentar lagi masuk bulan ramadhan, bulan berpuasa agar bisa menjadi manusia yang bertakwa.
Mudah-mudahan dengan ketakwaan ini bisa menimbulkan energi yang lebih besar untuk menerapkan syariah Islam secara _kaffah_ dalam naungan Khilafah.
Yuk simak pesan dari Ustadz Ismail Yusanto berikut ini:
https://youtu.be/W1WN2W-9X9E
https://youtu.be/W1WN2W-9X9E
https://youtu.be/W1WN2W-9X9E
Tonton sampai habis. Ambil hikmahnya, _like,_ komen yang positif dan sebarkan! Semoga menjadi amal shalih.
07/05/19 11.03 - ‎+62 882-4252-6110 keluar
07/05/19 11.22 - ‎+62 853-3005-7508 keluar
07/05/19 11.33 - ‎+62 857-4271-4934 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
07/05/19 11.40 - ‎+62 853-7526-1234 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
07/05/19 13.48 - ‎+62 815-7591-9602 keluar
07/05/19 14.18 - ‎+62 856-4755-3133 keluar
07/05/19 15.34 - ‎+62 896-0400-4878 telah bergabung menggunakan tautan undangan grup ini
07/05/19 17.16 - ‎+62 822-8230-8041 keluar
Riwayat chat terlampir sebagai file "Chat WhatsApp dengan RiseMedia 06 🔥" di email ini.












































































































Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chat WhatsApp dengan BTD || Konsultasi HNI

17/04/19 13.52 - Pesan yang dikirim ke grup ini kini diamankan dengan enkripsi end-to-end. Ketuk untuk info selengkapnya. 17/04/19 16.49 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.51 - +62 852-6566-2401: Semoga membantu ya kak😊😊😊🥰🥰 17/04/19 16.51 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.51 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.51 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.51 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.51 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.52 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.52 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.52 - +62 852-6566-2401: <Media tidak disertakan> 17/04/19 16.52 - +62 852-6566-2401: Sama2 kakak😊 17/04/19 16.52 - +62 852-6566-2401: Iya kak...sama2... 17/04/19 17.50 - +62 812-6160-2549: Mksh kk 😊😊 17/04/19 21.31 - ‎Ario Ksjb tela...

Chat WhatsApp dengan UKMForum OK OCE Padang 1

20/10/18 16.56 - ‎+62 852-7165-2783 telah membuat grup "UKMForum OK OCE Padang 1" 20/10/18 16.56 - Anda telah ditambahkan 30/06/20 13.06 - +62 819-4762-7233: <Media tidak disertakan> 30/06/20 13.32 - +62 811-6688-662: <Media tidak disertakan> 30/06/20 13.32 - +62 811-6688-662: <Media tidak disertakan> 30/06/20 13.32 - +62 811-6688-662: <Media tidak disertakan> 30/06/20 14.19 - +62 813-6391-7554: Seminar Bisnis Digital : Minggu 05 Juli 2020 Di Aplikasi ZOOM Silahkan jika mau mengikutinya, *Seminar Bisnis Digital minggu ini ada yg Special karena ada PAK TUNG DASEM WARINGIN sebagai salahsatu pembicara di seminar kita* regitrai menggunakan Link dibawah ini : https://seminaronline.in/?r=34329 Silahkan Link tersebut bisa di Share ke Group WA, facebook, Telegram, dll 01/07/20 05.51 - +62 852-7113-8221: <Media tidak disertakan> 01/07/20 06.06 - +62 823-9171-9336: <Media tidak disertakan> 01/07/20 06.06 - +62 823-9171-9336: <Media tidak disertaka...